akankah penantian itu segera berakhir..??
kurasa, biarlah Allah yang menentukan semuanya..
tanpa lelah aku akan menanti, dan yakin bahwa engkaulah yang akan menjemputku.
walau aku belum tau, siapa dirimu..
dirimu adalah sebuah sketsa wajah yang belum tergambar dengan jelas..
sebuah nama yang urutan abjadnya belum terangkai dengan jelas..
sebuah misteri yang masih ada pada genggaman-Nya..
aku akan menanti dengan ketenanganku..
tenangku, bukan berarti diam tanpa arti..
tenangku, bukan berarti hanya menunggu dengan termenung..
namun, ku tenangkan dengan do'a dan tawakal pada Allah SWT..
Aku akan selalu sabar menanti..
walau Aku tak setegar fatimah..
disini, akan selalu ku jaga iffahku sebelum kau jemput..
menjaga hijabku senantiasa terpelihara...
menanti hadirnya dirimu, membuatku banyak belajar..
Belajar tentang kesendirian..
bahwa kesendirianku, bukankah sesuatu yang memalukan.
karna ku tau, dengan kesendirianku itu akan membuatku menjadi lebih terjaga..
karena kesendirianku pula, aku dapat lebih mengenal dan mencintai-Nya..
Belajar tentang kebersamaan..
bahwa kebersamaan yang kini kurasakan, pasti akan berlalu suatu saat nanti.
karena kebersamaanku dengan Orang Tuaku, teman-temanku, bahkan orang-orang yang aku sayangi juga bagian dari siklus kehidupan yang akan berakhir pada waktunya..
Belajar Tentang cinta..
Bahwa cinta-Nya lah yang paling teragung..
karena cinta-Nya lah, aku dapat berdiri dan berada disini hingga detik ini..
dan karena Cinta-Nya lah pula,, kelak kita akan dipertemukan..
Belakar Tentang Kesabaran..
bahwa sabar itu bak seperti menanti lumpur mengendap hingga menghasilkan air yang jernih,
seperti tanah yang merindukan sejuknya tetesan hujan dari langit-Nya..
detik demi detik berlalu..kehadiran dirimu adalah kepastian-Nya yang selalu ku yakini, meski aku tak pernah tau kapan saat indah itu akan tiba..
aku membiarkan saat ini, aku dan dirimu berada dalam genggaman-Nya, penjagaan-Nya,, untuk terus memperbaiki diri, dan saling memantaskan diri satu sama lain...
ku menunggu hingga kelak pena rencana-Nya bergerak mempertemukan dan mempersatukan kita dalam ikatan halal bertabur keberkahan halal bagi-Nya..
Sabtu, 22 Desember 2012
Kamis, 20 Desember 2012
BIARKAN DIA DENGAN JALAN CERITANYA
teruntuk aku, kamu, kita, dan kalian semua.
aku bingung. aku bingung harus bagaimana lagi. saat aku terikut alur kalian, maaf jika aku tak sepenuh hati. aku sayang kalian. tp untuk 1 itu, ijinkan aku untuk tidak melakukan sepenuh hati.
dan aku tak ingin persahabatan semua runtuh.
hanya saja, aku tak ingin menambah keburukan-keburukan dimata-NYA.
tapi kurasa itu percuma. tetap saja aku telah melakukan dan mengikuti sebuah judge yang salah, walau hati ini tak sepenuhnya..
saat semua mengembar-gemborkan akan tentang dia.. aku hanya merenung dalam hati. Rasa hati ini miris, terbesit rasa kasihan.
bukannya aku memihak..
Aku tak MEMIHAK siapa-siapa..!!
Alur yang ingin ku lalui, begitu susah untuk ku terjemahkan pada kalian.
bukan juga aku ingin sok suci. tapi, masih ingatkah kalian..?? begitu banyak keburukan yang tercatat oleh-Nya hanya karena kita mengeluarkan 1 judge yang tak benar. apalagi beberapa judge..
kawan, mungkin dia khilaf. atau mungkin dy lupa.
memang benar,yang tertoreh darinya untuk diri kita adalah rasa SAKIT.
tapi, apakah kita harus memperbesar dan menggembor-nggemborkan hal itu di hadapan semua??
setiap manusia pasti tak akan pernah luput dari kesalahan, bahkan Dosa terhadap Yang Maha Kuasa.
kelakuan-kelakuannya, memang terkadang bikin kita jengkel. tapi, apakan kita pernah menyadari? bahwa terkadang kita (tanpa sepengetahuan kita), juga sering membuat teman-teman yang lainnya jengkel terhadap kelakuan kita.
jujur, aku ya juga terkadang sebel akan kelakuannya terhadapku. tapi, aku berusaha tuk sabar dan ikhlas saja. karna aku tak sendiri. masih ada Tuhan. Tuhan lah yang lebih berhak dan tau apa yang harus beliau lakukan untuknya.
lihatlah jari-jari mungil itu. wajah yang mungil dan lucu. begitu bersih dan suci. tak ada dosa satupun padanya.
tegakah kita menyebutnya hal yang tak wajar terhadapnya?
itu TAKDIR.
bukan suatu kesalahan..
mungkin Tuhan telah menggariskan hal seperti itu, da mungkin Tuhan telah memberikan suatu tujuan, mengapa takdirnya seperti itu.
kata-kata
"PENGECUT,, TAK BERPENDIRIAN"
yah, mungkin itu aku..
namun, aku hanya bingung untuk mengungkapkan dan berkata-kata.
sebuah kata2 yang selalu terlontar:
"mungil namun memiliki kekuatan"
pantaskah itu..??
oohh Tuhan.. kenapa justru hati kecil ini yang merasa tersayat-sayat..??
malaikat mungil itu.. dia tak tau menahu akan semua hal yang terjadi.
coba kita renungkan,,
jenis kita sama seperti dy. .
namun, kita masih belum tau...
bagaimana keadaan kita kedepannya..
dan untuk semua, kita masih punya keturunan dan penerus masa depan kita...
Jangan Sampai Tuhan Murka akan sikap dan Kelakuan-kelakuan kita..
Kawan, mungkin rasa Sakit itu memang ada.. Rasa Jengkel itupun ada pada diri kita..
namun,,
BIARLAH DIA DENGAN JALAN CERITANYA...
kita hanyalah sebatas tau saja...
aku bingung. aku bingung harus bagaimana lagi. saat aku terikut alur kalian, maaf jika aku tak sepenuh hati. aku sayang kalian. tp untuk 1 itu, ijinkan aku untuk tidak melakukan sepenuh hati.
dan aku tak ingin persahabatan semua runtuh.
hanya saja, aku tak ingin menambah keburukan-keburukan dimata-NYA.
tapi kurasa itu percuma. tetap saja aku telah melakukan dan mengikuti sebuah judge yang salah, walau hati ini tak sepenuhnya..
saat semua mengembar-gemborkan akan tentang dia.. aku hanya merenung dalam hati. Rasa hati ini miris, terbesit rasa kasihan.
bukannya aku memihak..
Aku tak MEMIHAK siapa-siapa..!!
Alur yang ingin ku lalui, begitu susah untuk ku terjemahkan pada kalian.
bukan juga aku ingin sok suci. tapi, masih ingatkah kalian..?? begitu banyak keburukan yang tercatat oleh-Nya hanya karena kita mengeluarkan 1 judge yang tak benar. apalagi beberapa judge..
kawan, mungkin dia khilaf. atau mungkin dy lupa.
memang benar,yang tertoreh darinya untuk diri kita adalah rasa SAKIT.
tapi, apakah kita harus memperbesar dan menggembor-nggemborkan hal itu di hadapan semua??
setiap manusia pasti tak akan pernah luput dari kesalahan, bahkan Dosa terhadap Yang Maha Kuasa.
kelakuan-kelakuannya, memang terkadang bikin kita jengkel. tapi, apakan kita pernah menyadari? bahwa terkadang kita (tanpa sepengetahuan kita), juga sering membuat teman-teman yang lainnya jengkel terhadap kelakuan kita.
jujur, aku ya juga terkadang sebel akan kelakuannya terhadapku. tapi, aku berusaha tuk sabar dan ikhlas saja. karna aku tak sendiri. masih ada Tuhan. Tuhan lah yang lebih berhak dan tau apa yang harus beliau lakukan untuknya.
lihatlah jari-jari mungil itu. wajah yang mungil dan lucu. begitu bersih dan suci. tak ada dosa satupun padanya.
tegakah kita menyebutnya hal yang tak wajar terhadapnya?
itu TAKDIR.
bukan suatu kesalahan..
mungkin Tuhan telah menggariskan hal seperti itu, da mungkin Tuhan telah memberikan suatu tujuan, mengapa takdirnya seperti itu.
kata-kata
"PENGECUT,, TAK BERPENDIRIAN"
yah, mungkin itu aku..
namun, aku hanya bingung untuk mengungkapkan dan berkata-kata.
sebuah kata2 yang selalu terlontar:
"mungil namun memiliki kekuatan"
pantaskah itu..??
oohh Tuhan.. kenapa justru hati kecil ini yang merasa tersayat-sayat..??
malaikat mungil itu.. dia tak tau menahu akan semua hal yang terjadi.
coba kita renungkan,,
jenis kita sama seperti dy. .
namun, kita masih belum tau...
bagaimana keadaan kita kedepannya..
dan untuk semua, kita masih punya keturunan dan penerus masa depan kita...
Jangan Sampai Tuhan Murka akan sikap dan Kelakuan-kelakuan kita..
Kawan, mungkin rasa Sakit itu memang ada.. Rasa Jengkel itupun ada pada diri kita..
namun,,
BIARLAH DIA DENGAN JALAN CERITANYA...
kita hanyalah sebatas tau saja...
Selasa, 20 November 2012
SABAR DAN IKHLAS
Ku tulis catatan ini ketika aku
sudah mulai tak kuat menahan rasa apa yang sedang berkecamuk dalam hatiku.
moment dimana aku, temen2ku, & Oppa lagi nobar filmnya twilight brking dwn part-2. apa lagi oppa selalu bersamanya..
moment dimana aku, temen2ku, & Oppa lagi nobar filmnya twilight brking dwn part-2. apa lagi oppa selalu bersamanya..
Aku sedih, aku sakit, aku kecewa
dengan semua apa yang aku lihat saat oppa bersamanya. rasanya aku pengen nangis dan ninggalin tuh bioskop. tapi sayangnya aku lg g bawa speda dan harus nebeng temenku. yaah otomatis aku harus nguatin diriku selama film itu diputar.. OH NO... ada yang menyekat dalam tenggorokanku, aku pengen teriak..
Namun, rasanya percuma saja bila aku
berteriak. Pasti tak ada yang faham atas apa yang aku maksud.
Yah, karna aku tak mengumbar kekecewaanku terhadap semua, akan apa yang aku kesalkan tuk moment itu, dan saat itu juga.
Yah, karna aku tak mengumbar kekecewaanku terhadap semua, akan apa yang aku kesalkan tuk moment itu, dan saat itu juga.
Berulang kali aku selalu mecoba tuk
ikhlas dengan apa semua yang ada. Namun, kurasa aku Gagal.
Sakit memang melihat seseorang yang
terpendam di dasar hati kita saat si dianya justru lebih care dan dekat denga
orang lain. Tapi, apa wewenangku..?? aku tak punya wewenang sama sakali, karna
memang aku bukan apa-apa.
Tak ada alasan yang kuat
sedikitpun untuk ku bisa dekat dengannya. Terlebih lagi, sikap yang selalu cuek
dan dingin. Itulah yang membuatku sedikit bertanya-tanya, apa salahku? Namun jika ku fikir-fikir lagi, yaah panteslah jika
dianya cuek. Orang emang g ada apa-apa.
tak apa walau hanya aku yang merasakan saja.
tak sedikitpun keberanian dalam diriku tuk dapat memulainya dulu. mungkin itu juga salah satu faktor dimana aku tak dapat bisa bertegur leluasa. aku memang tak seperti teman-teman wanitaku.
Rasa Jaim'ku mungkin yang terlalu besar juga. aku nggak ingin saja diriku nantinya malah dijauhin. aku hanya bisa mengejar, dan berkecamuk di dalam hati saja..
tak apa walau hanya aku yang merasakan saja.
tak sedikitpun keberanian dalam diriku tuk dapat memulainya dulu. mungkin itu juga salah satu faktor dimana aku tak dapat bisa bertegur leluasa. aku memang tak seperti teman-teman wanitaku.
Rasa Jaim'ku mungkin yang terlalu besar juga. aku nggak ingin saja diriku nantinya malah dijauhin. aku hanya bisa mengejar, dan berkecamuk di dalam hati saja..
Sakiit. Itulah yang kurasa.
Tapi, mengapa justru diriku tak
bisa tuk berpindah haluan??!! Why..Why..Why..
Aku mengingat, katanya
keputusan-keutusan Allah adalah yang terbaik bagiku. Tapi, disaat keputusan-keputusanNya
tak seperti yang aku harapkan, aku kecewa dan hanya bisa menangis.
Memang, Terkadang dengan mudah aku selalu mengucapkan kata-kata Ikhlas. mungkin bukan aku aja, barangkali anda yang membacapun juga pernah sperti aku.
Tapi, apa sih Ikhlas itu sebenernya..??
Tapi, apa sih Ikhlas itu sebenernya..??
Kata-kata Ikhlaslah yang paling sering kita ucapkan ketika kita sedang
berduka atau orang sekitar kita yang sedang berduka.
ketika kita sedih, ikhlas adalah
pilihan yang bijak untuk menguatkan diri kita.
keikhlasan mampu mendamaikan
perasaan, meneduhkan jiwa serta membuka logika untuk kembali berfikir dengan
cerah.
Saat orang disekitarku lagi
sedih akan apa bencana yang terjadi, aku selalu menyuruh mereka untuk ikhlas.
ikhlas, ikhlas, dan ikhlas.
idiiih, dengan mudahnya aku menyuruh mereka ikhlas. padahal aku sendiri masih susah buat ikhlas. apa lagi buat setiap moment yang aku hadepin ini..
idiiih, dengan mudahnya aku menyuruh mereka ikhlas. padahal aku sendiri masih susah buat ikhlas. apa lagi buat setiap moment yang aku hadepin ini..
Akupun sering menguatkan diriku
sendiri dengan kata-kata ikhlas. Aku berusaha menerapkan keikhlasan dalam
diriku. Tapi, apa dengan semua itu? Saat moment seperti itu terjadi, aku
kecewa. Rasanya, Ikhlas menjadi tak berarti di dalam diriku.
Bila aku sakit, aku sedih,dan aku
terluka, terkadang aku cerita ke orang-orang terpilih. Dan hasil akhir dari jawaban mereka adalah Ikhlas.
mereka menyuruhku untuk mengikhlaskan
apapun yang telah terjadi. tapi, selalu aku menyela dengan kata-kata "coba kamu jadi aku"..
Mungkin sedikit berlebihan ketika
hanya hal-hal yang terjadi tak seperti apa yang aku inginkan, dan lalu itu
membuatku down dan tidak bisa ikhlas. tapi itulah kenyatannya, aku tidak bisa
ikhlas atau mungkin belum bisa.
Itulah, yang menjadi sebuah masalah
bagi diriku.
Mungkin mereka bisa mengucapkan
kata ikhlas dengan mudah, tanpa tau gimana rasanya menjadi aku.
saking inginnya aku biar diriku ini bisa ikhlas, aku bela2in beli buku2 yang bersangkutan dengan IKHLAS seperti Quantum Ikhlas & ilmu ikhlas.
diiih mgkin aku terlalu berlebihan yaah..
Disaat aku mulai bosan dengan kata-kata ikhlas, aku belajar untuk mulai mengiklashkan.
diiih mgkin aku terlalu berlebihan yaah..
Disaat aku mulai bosan dengan kata-kata ikhlas, aku belajar untuk mulai mengiklashkan.
aku mencoba serahkan semua kepada Tuhan.
aku yakin semua yang terjadi di dalam
hidup ini sudah menjadi suratan-NYA.
aku mulai mencoba untuk tidak
memikirkannya apa yang telah trjadi.
Namun apa yang terjadi??!! aku
mulai ragu dengan keikhlasanku.
aku mulai menyadari bahwa fikiranku
mulai terganggu.
Terkadang pikiranku berselancar ke
arena yang aku sendiri tak tahu di mana adanya,
sembari bertanya, apakah selama ini aku telah memancangkan rasa ikhlas di dasar
hatiku atau belum??
ketika aku mencoba untuk ikhlas,
namun dalam fikiranku masih terselip suatu harapan agar apa yang terjadi
berubah menjadi apa yang aku inginkan dan kukehendaki.
Apakah itu yang disebut dengan
Ikhlas.??
Aku berfikiran, aku sudah gagal
Untuk menerapkan keikhlasan dalam diriku.
Untuk moment itu, aku mencoba
menguatkan diriku, menahan amarahku. Menahan air mata yang ingin selalu
terurai. Sabaar..Sabaar..Sabaar..
Aku selalu menyuruh diriku sendiri
untuk Sabar dan Ikhlas
IKHLAS selalu dikait-kaitkan dengan
SABAR. Yah, itulah yang selalu aku Berupaya terapkan di dalam diriku. Aku menyuruh
diriku sendiri. hARUS..!!
Seakan didalam diriku sendiri melakukan Pertarungan hebat, agar
Ikhas dan Sabarlah yang menjadi pemenangnya.
Tapi, Aku sendiri bingung. aku
selalu bisa sabar untuk menghadapi apapun yang terjadi dan mau bersabar
menunggu apapun yang belum terjadi dan yang akan terjadi. Dengan itu, secara
otomatis kan berarti aku udh belajar untuk pasrah, dan Ikhlas. Tapi kenapa bila
keadaan yang terjadi tak sesuai dengan keinginanku, aku justru sakit? Sedih?
Apa itukah yang disebut sabar dan
ikhlas????
Ya Allah,, apakah aku sudah Gagal
untuk menerapkan rasa Sabar dan keiklasanku?
Help me...
Selalu aku berupaya tuk mengetahui
jawaban itu. Tentunya, aku bangun disaat semua tengah lelap. Aku ingin berdua
dengan Allah. Ku utarakan semua rasa yang berkecamuk di Hati. Aku ingiN sekali
Allah merubahku agar aku memahami dan bisa menerapkan ilmu Ikhlas dan Sabar.
Rasanya untuk diriku dan dirinya,
tak pernah ada waktu yang tepat. Karna itu memang tak ada alasan tuk kita bisa
saling bertegor sapa dengan leluasa.
Yaah, aku hanya bisa menunggu apa
yang akan terjadi kelak.
Kadang fikiranku lelah. Namun,
hatiku selalu ingin mencoba untuk tetap.
Aku tak ingin kata “MENYERAH”
terbesit di dalam fikiranku.
KeSabaranlah Kuncinya.. yaah.. moga aku BISA...!!!!
Aku terus belajar dan berusaha
keras untuk dapat menerapkan keikhlasan dengan apapun yang terjadi di dalam diriku.
Yaa,, Ikhlas= berserah diri pada Allah
SWT.
Aku akan SABAR menunggu,
dan semoga aku akan bisa IKHLAS
dengan apa yang akan terjadi nantinya..
Semoga...
Tolong Bimbing aku Ya Allah...
dan adaikan bila bahagianya bersama cinta yang lain, biarlah akan ku relakan.. dan mungkin semua akan tetap aku pendam di dalam HATI saja..
Tuhan, Bila saat yang telah kau tentukan tiba,.. smoga aku mendapatkan yang lebih baik dari yang terbaik.. smoga hatiku bisa Lapang tuk semuanya..
Amiiin..
dan adaikan bila bahagianya bersama cinta yang lain, biarlah akan ku relakan.. dan mungkin semua akan tetap aku pendam di dalam HATI saja..
Tuhan, Bila saat yang telah kau tentukan tiba,.. smoga aku mendapatkan yang lebih baik dari yang terbaik.. smoga hatiku bisa Lapang tuk semuanya..
Amiiin..
Minggu, 18 November 2012
Kesetiaan HACHIKO
pertama aku liat cover di film “HACHIKO” ini aku
merasa, film apa sih ini.. aku menganggap aneh.. Tapi, aku salah. Aku
bener-bener salah. Film ini BAGUS BAANGEEETTT... -_-
film yang dimainkan olen Richard Gere ini,
mengisahkan persahabatan antara manusia dengan seekor Anjing. kisah ini merupakan
kisah asli yang diambil dari kisah nyata berasal dari Tokyo, dimana kisah
seseorang profesor bersahabat dengan piaraan anjingnya yang sangat setia. Nama
anjingnya memang HACHIKO, hachiko ini merupakan seekor anjing jantan jenis
Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita.
Di dalam film HACHIKO ini, Richard gere berperan
sebagai Profesor Parker Wilson. Saat tengah perjalanan pulang dari kerjanya, dia
menemukan seekor anjing kecil di stasiun. dia yang mengetahui bahwa istrinya
Cate Wilson pasti tidak mau jika harus mengurus seekor hewan peliharaan (
Hachiko ), akhirnya dia berusaha untuk memberikannya pada teman2nya tetapi sama
seperti istri beliau, teman2nya tidak ingin mengurus hewan peliharaan itu.
sampai pada suatu hari prof pergi ke rumah sahabatnya, profesor berfikir
mungkin saja sahabatnya ini akan bersedia mengurus hachiko, namun sahabatnya justru
menolak tawaran tersebut karena, hewan tersebut sudah memiliki majikan yakni
Profesor sendiri. Nama Hachiko sendiri di ambil dari simbol kalung ( angka 8 )
yang terdapat di kalung anjing tersebut. angka 8 berarti Hachi, yang aku pernah
baca artikel terkait tentang Hachiko ini merupakan keberuntungan bagi orang-orang
Jepang.
Setelah itu Parker akhirnya mengambil keputusan
bahwa dia harus mengurus anjing tersebut, namun istrinya tetap saja tidak ingin
mengurus anjing tersebut, sampai-sampai istri Parker membuat poster untuk di
pasangkan di berbagai tempat. Aku sempet sebel ma istrinya ini.. -,-
Pada suatu hari datanglah putri Prof. Parker Wilson
yang bernama Andy Wilson, saat istri dan anak Prof Parker (andy) berbicang di
dapur sambil menyiapkan makanan, tanpa sengaja Andy melihat ayahnya sedang
melatih Hachiko untuk mengambil bola
namun tetap saja hachiko tidak bisa mengambil bola tersebut, karena Hachiko
bukan merupakan tipe anjing yang bisa bermain bola, Parker teringat kata-kata
sahabatnya yang mengataka bahwa "Hachiko tidak bisa bermain bola / tidak
bisa mengambil bola kecuali jika ada alasan yang pasti", dengan senyuman
Andy memberitahukan apa yang dilakukan oleh ayahnya itu kepada ibunya. Ibunya
hanya mengatakan "Ayahmu mungkin Gila". Jujur aku sebel banget deh ma
istrinya ntu..masak hanya karena memelihara anjing, udah dikatain gila.. uugh!
Andy melihat ayahnya yang lagi asik melatih Hachiko,
dan Andypun ikutan tuk main bersama Hachiko. Dan ketika itu, istri Parker yang
lagi di dlam rumah mengangkat telepon dari suatu keluarga yang memberitahukan
bahwa mereka adalah pemilik Anjing tersebut. Tapi, mungkin karena melihat
kebahagiaan putrinya dan suaminya itu, ahirnya Cate memberitahukan kepada
penelepon tersebut bahwa anjing yang mereka maksud sudah ada yang mengambil.
Batinku, naah gitu donk. Aku jadi g benci ma istri Parker.. hehe
Pada saat Parker hendak pergi untuk mengajar, namun
hachiko mengikuti Parker sampai ke stasiun, Parker berusaha menyuruh agar Hachiko
tidak mengikutinya, tapi tetap tetap saja Hachiko mengikutinya sehingga
menyebabkan Parker Harus ketinggalan kereta. Parker mengantar hachiko kembali
kerumah dan kembali ke stasiun. ketika Parker pulang dari tempat mengajar, Parker
melihat Hachiko sudah menunggu di depan Stasiun, Parker dengan kagetnya
bertanya kepada temannya "Apakah Hachiko dari tadi diam disini",
temannya menjawab "dia baru datang 5 menit yang lallu", Parker
bertanya lagi "Apakah dia datang dengan Cate" temannya menjawab
"Aku tidak melihatnya". Prof Parkerpun kembali ke rumahnya dengan
perasaan bingung, sekaligus senang.
Keadaan seperti itupun terus terjadi berulang-ulang setiap harinya,
yakni Hachiko mengantarkan Prof ke stasiun dan pas waktu kembali Hachiko selalu
menunggu Prof di stasiun setiap sebelum jam 5.
Namun suatu ketika, ntah kenapa Haciko tak ingin bila Parker pergi
Bekerja. Hachiko terus menggonggong. Namun, Parker tak menghiraukannya. Parker
tetap pergi ke Stasiun untuk bekerja. Hachikopun tetap menggonggong dan
mengikuti Parker Sampai Stasiun. Namun Parker tetap tak menghiraukan Hachiko. Setiba
di tempat bekerjanya, saat Parker sedang Asik mengajar, tiba-tiba mendadak dia
terserang jantung dan akhirnya meninggal di kelas.
Di Stasiun, Hachiko yang menunggu kepulangan Parker, tak sekalipun
melihat kedatangan majikannya itu. Namun, Hachiko tetap menunggu setiap harinya
untuk kepulangan Parker, majikannya. Bertahun-tahun Hachiko menanti Kepulangan
Paerker. Namun, tetaP saja hasilnya Nihil. Orang-orang disekitar yang
melihatnya merasa terharu, dan memberinya makanan. Namun, Hachiko enggan tuk
memakannya. Dan hingga pada akhirnya, Hachiko mati karena umurnya yang sudah
tua dan kelaparan.
Huaa aku pengen nangis liat nih film.. walau berulang-ulang aku putar,
tak ada sedikitpun rasa bosan. Yang ada, setiap ngeliat pasti nangis..
Aku jadi inget Anjing Piaraan Eyang Paklik kakungku yang mirip banget
ma Hachiko. DINO Namanya. Saat itu aku masih di bangku SD. Mirip banget ma
HACHIKO. Setiap aku bermain ke rumah eyangku, DINO selalu menyambutku. Aku
sayang ma dia. Tapi setelah Aku SD klas 6, aku kaget bercampur rasa sebel. DINO
meninggal, DINO diracun oleh tetangga baru Eyangku. Saat dikabarin kalo DINO
meninggal, aku dan orang rumahku langsung beranjak pergi ke rumah eyangku.
Ngeliat mayatnya, rasanya ngenes banget T,T. Matanya udah g melek. Saat Kakinya
ku pegangpun udh nggak ada otot untuk nahan. Yaaa, lembek nggak bertenaga sama
sekali. Berbeda saat aku bermain degan dia, setiap ku angkat kakinya, serasa
berat dia menahan.. Ahirnya, DINOpun kami kubur di belakang rumah eyangku.
Semenjak dino meninggal, setiap aku ke rumah eyangku rasanya jadi sepi
banget. Tak ada lagi gonggongan dino. Dan ibuku menyarankan tuk membeli anak
anjing baru. Setelah itu, eyangku membeli 3 anak anjing. Lucu-lucu sih, tapi
kenapa aku g suka banget ma mereka.. benar saja, yg ada anjing-anjing itu
berbeda jauh dengan DINO. Mereka nakal-nakal. Dan eyangku memutuskan tuk menjual
lagi tuh anjing. Dan hingga saat ini, kami enggan tuk membeli anjing lagi.
Rasanya, sulit sekali mencari Anjing seerti Dino. Kami semua bener-bener
ngerasa kehilangan DINO.
Good bye DINO... -,-
Minggu, 11 November 2012
panggil aku dengan namaku
Dia seorang anak remaja . Albert namanya. Nama yang bagus. Nggak Cuma orang-orang sekitarnya yang mengatakan bagus.
Akupun mengakuinya.
Namun
orang-orang sekitarnya selalu memanggil dia dengan sebutan nama ‘KOKO’. Yaa, hanya sebagai menghormatinya karena wajah dia
memang seperti orang cina. Semua keluarganyapun juga membiasakan memanggil dia
dengan sebutan ‘koko’ sejak saat dia kecil.
‘koko..koko..”
sahabatnya memanggil dia.
Albert
hanya meringis dan tersenyum saja. Namun, dalam hati dia berontak. Albert
sedikit sebal bila teman-temannya memanggil dia dengan sebutan ‘koko’, apalagi
itu sahabatnya sendiri. Tapi anehnya, jika keluarganya yang memanggil dia ‘koko’,
dia justru senang.
Why...???.
Aneh.
Memang
Aneh menurutku. Sebutan ‘koko’ kan hanya
embel-embel saja. Dengan panggilan ‘Koko’, juga lebih terlihat sopan untuk memanggilnya.
Dari pada namanya saja yang diucapkan, itu rasanya seolah seperti ‘njambal/
nggak memiliki aturan’ tepatnya –ngelamak- itu kata orang jawa.
Yaaah,,setiap orang memang
berbeda-beda. Ada yang menurut dia indah tetapi menurut orang lain jelek. Dan juga,
ada yang menurut orang lain indah, tapi menurut dia jelek.
Dan itu yang aku lihat dari Albert.
Memang, sahabatnya menganggap panggilan ‘koko’ itu baik. Namun, jika Albert yang
bersangkutan merasa nggak nyaman, ya mau diapakan lagi.
Di
sela-sela aku bertanya. mengapa dia sebel banget dipanggil ‘koko’ oleh
sahabatnya? Apakah rasa sebal itu juga ada terhadap keluarganya yang bahkan
telah memanggil dia ‘koko’ semenjak kecil??.
Albert
hanya menggelengkan kepalanya. Dia hanya sebal jika panggilan ‘koko’ itu
terlontar dari sahabatnya. Setelah aku tau alasannya, rasanya aku ingin ketawa
cekikikan. Tapi aku tahan.
Gimana
nggak lucu, alasannya simpel banget. Kalo teman-teman atau sahabatnya yang
menggil ‘koko’, dia ngerasa seolah dia paling
tua sendiri. Tapi kalo keluarganya yang manggil ‘koko’, dia merasa dianak
emaskan.
Aku
hanya bisa geleng-geleng kepala. :D
Aku turutin saja apa yang Albert
mau. Yaa,, Hanya memanggilnya dengan sebutan Albert saja. Sejak saat itu, aku
nggak berani lagi manggil dia dengan embel-embel ‘koko’ didepan namanya.
Aku
sih ok-ok saja kalo nggak manggil ‘koko’. Tapi, gimana ama temen-temen dan
sahabatnya? Mereka kan nggak bakalan tau gimana rasanya hati Albert kalo mereka
tetap saja memanggil Albert dengan embel-embel ‘koko’. Sedangkan Albert tak
pernah berani untuk menegur sahabatnya. Dia takut, nanti para sahabatnya akan
pergi jika dia menegur para sahabat-sahabatnya.. gemes juga deh ma Albert, dia
hanya melampiaskan kekecewaan hatinya hanya pada tulisan-tulisan di dinding
kamarnya
*sabaar ya dek Albert..*
Moga Aja sahabatmu secara nggak sengaja, ngebaca Tulisanku ini. dan
mereka bisa mengerti gimana rasanya hatimu.. :)
Kuharap, kedepannya sahabatmu nggak
lagi manggil kamu dengan embelan ‘koko’ :)
Selasa, 06 November 2012
perbedaan bukanlah penghalang
“nggak
ada manusia yang sama di dunia ini. Semuanya pasti berbeda-beda, dan memiliki
kekhasan masing-masing dari mereka. Jadi wajarkah jika dalam pergaulan kita
bertemu dengan orang-orang yang berbeda karakter, sifat, opini, dan tingkah
laku”
Kadang kita sering merasa nggak
cocok dengan apa yang ada di sekeliling kita. Disitulah perbedaan-perbedaan
diantara kita masing-masing muncul, dan justru hal tersebutlah yang menjadi
penghalang bagi kita untuk dapat berinteraksi dengan sesama, karena banyak
perbedaan, yang awalnya kecil malah di besar-besarkan, hingga menjadi konflik
yang merenggangkan persahabatan.
Jangan
menilai orang dari luarnya dong sob.. kadang, kita selalu melihat penampilan di awalnyanya saja.
Tapi,
susah juga sebagai anak remaja seperti kita mengikuti kata-taka tersebut.
karena di dunia ini , penampilan masih menjadi patokan. Biasanya, semakin
kinclong dan semakin bagus/ wah penampilan luar seseorang, mereka yang lainnya
akan dengan langsung merespons karena tertarik atau bahkan suka. Padahal
penampilan seseorang nggak mutlak mencerminkan kebaikan hatinya. Banyak fator
penting selain penampilan yang lebih menentukan baik-nggaknya penampilan
seseorang. Yaitu hati, ketulusan, sifat, dan moral.
Hai
kawan,,, looks can deceive.. Jangan
tertipu dengan bungkus luar seseoang, seekarang adalah jamannya menilai ‘bobot’
seseorang dari sikap dan perbuatannya.
ada juga Prasangka-prasangka
buruk biasanya muncul dari kondisi hati yang curiga. Hello, plis ya ilangin Prasangka burukmu padaku ataupun pada yang lainnya.. :)
Ada seorang ulama yang bernama Imam Sufyan Ats-Tsauri, mengatakan bahwa prasangka itu ada dua jenis. Yaitu prasangka yang ditampakkan melalui ucapan atau tulisan dan prasangka yang hanya disimpan di dalam hati dan tak di ungkapkan. Walau bobot keduanga berbeda, namun sama saja buruknya karena kalo seseorang menyimpan prasangka buruk dalam hatinya, cepat atau lambat hal itu bisa berkembang melalui ucapan, tulisan, dan tindakan. Jadi, semua prasangka negatif, awalnya bermula dari dalam hati kita. Dan ini harus ‘dihindari’. Memiliki prasangka negatif nggak ada manfaatnya sob.. karena akan menghambat kita dalam mengenal dan akrab dengan orang lain.
Ada seorang ulama yang bernama Imam Sufyan Ats-Tsauri, mengatakan bahwa prasangka itu ada dua jenis. Yaitu prasangka yang ditampakkan melalui ucapan atau tulisan dan prasangka yang hanya disimpan di dalam hati dan tak di ungkapkan. Walau bobot keduanga berbeda, namun sama saja buruknya karena kalo seseorang menyimpan prasangka buruk dalam hatinya, cepat atau lambat hal itu bisa berkembang melalui ucapan, tulisan, dan tindakan. Jadi, semua prasangka negatif, awalnya bermula dari dalam hati kita. Dan ini harus ‘dihindari’. Memiliki prasangka negatif nggak ada manfaatnya sob.. karena akan menghambat kita dalam mengenal dan akrab dengan orang lain.
Tau
ngaak sob, terkadang kita cenderung berkelompok dengan sesama kita yang
memiliki banyak kesamaan dengan kita. Nyadar nggak, kalo kita berteman hanya
dengan itu-itu saja, tanpa memandang dan berteman baik dengan yang lainnya.
Semua
itu pasti kita anggap normal ,bergaul atau berteman dengan orang yang memiliki
kesamaan dengan kita, karena tentu kita merasa nyaman dan kita nggak ngerasa
terintimidasi.
Sebenarnya
itu adalah masalah, Yang ngebuat kita nggak mau berteman atau bergaul dengan
orang yang berbeda atau malah menghaikimi seseorang hanya karena perbedaan.
Memang sih, kita bebas memlih maubersikap positif ataupun negatif terhadap
situasi orang-orang tertentu. Tapi nggak segitu-gitunya kali. Jangan sampai
melihat yang agak lain dikit, kita udah men-Judge.
Sadar
nggak, kalo sebenernya kita sering banget menghakimi orang lain karena hal-hal
remeh? Kayak dari cara bicara seseorang yang aneh, cara seseorang bersikap yang
menurut kita terlalu berlebihan, cara berpakaian seseorang yang so-Last-year
(jadul). Nggak jarang juga kan, kita menilai seseorang berdasarkan Tampang,
pupolaritasnya, kekayaan orang tua, dan status ke-gaul-annya. Padahal penilain-penilaian itu semua kita bisa salah
100%. Hanya karena seseorang yang pergaulannya nggak up to date dengan fasion ataupun hal-hal lainnya, belum tentu lho
dia kuno & nggak asik. Dan belum tentu juga orang yang jago ngomong dan
pintar mengolah kata-kata adalah orang yang pintar dan tulus. Seringkali, kita
menilai seseorang Cuma berasal dari pengamatan yang sepintas atau sekilas saja,
tanpa pernah mau ngomong atau mengenal orang itu terlebih dahulu. Padahal,
tampilan luar seringkali bisa berbeda 180º lho, sama inside every person.
Kita
nggak suka kan, kalo dihakimi ma orang lain? So,, plis jangan suka menghakimi
orang lain juga ya... :)
Sob, jangan semaunya sendiri ya.. Tau kan sob, kita semua pasti dikaruniai akal untuk berfikir, dan pengalaman hidup yang
berbeda-beda. Maka nggak mungkin opininya sama semua. Kita berhak untuk suka
atau nggak suka dengan opini orang. Tapi kita nggak boleh ngotot yaa dengan
opini kita karena mengemukakan pendapat juga ada ‘etikanya’. Kita tidak suka
terhadap opini orang, bukan berarrti pilihan opini kita yang terbaik lho ya..
yang ada, hanya berbeda :).
Nah, setelah aku baca dari beberapa literatur biar perbedaan itu nggak ampe berujung ke sebuah masalah yang besar, ada
trik-triknya nih..
- Kalo kita beda pendapat ma
orang lain, so tetaplah kita berargumen ‘n berdiskusi dengan kepala dingin
ya..
- Kita harus siap menerima umpan
balik dan resiko dari apapun yang kita sampaikan. OK..?? kalo argumen kita
direspons positif, itu bagus. Tapi kalo argumen kita malah diprotes, tetep
‘cool’ aja ya, ‘n jangan terpancing.
- Sob, keluarin saja argumen-argumen yang pengen kamu keluarin. Tapi, dengan bahasa yang jelas n santun. Inget sob, jangan nyisipin kata-kata kasar yang bisa menyinggung ya.. :)
- Kalo kita mengkritik orang
lain, boleh-boleh aja si sob.. Tapi, jangan sampai salah kaprah n
menghina/ mencela ya,. Coz, hinaan atau celaan yang kita lontarkan, sama
aja kita menghakimi dianya. Dan malah beda dengan kritik yang tujuannya
membangun.
***
menurut buku penuntun Pergaulan, Ada beberapa hal nih yang harus bisa kita buang jauh-jauh.. antaranya:
Memandang orang dengan
sebelah mata. Kadang, penyakit yang seperti meremehkan
inilah yang bikin kita nggak tertari atauun males yang namanya buat bergaul. Kita
kalo bisa jgan seperti ini ya, atau punya kebiasaan seperti ini ya.. karena
kita nanti malah di bilang ‘bagai katak dalam tempurung’ yang nggak mau
mengakui kelebihan yang dipunya orang lain, dan nggak mau ngeliat kekurangan
yang justru kita miliki sendiri.
keburu memvonis orang. Aduuh, banyak orang berpikiran kalo menemukan
orang yang bersalah maka mereka selalu harus dicela ataupun ditegur dengan
keras. Jangan ya.. :) Ayolah... beri kesempatan kedua buat orang yang bersalah itu. Toh semua orang
pasti nggak luput dari kesalahan kan.. termasuk kita juga.
mengingat kesalahannya.
Kita
sebagai manusia yang baik pliis jangan mengingat-ingat kesalahannya. apa
salahnya kita mencoba memberi maaf terhadap kesalahan orang lain. Nggak usah
memperkeruh keadaan dengan mengungkit-ngungkit kesalahan ataupun kekurangan
yang dimiliki orang, apalagi didepan orang lain. Yang ada, nanti malah kita lho
yang di cap jelek.
Membatasi pergaulan. Kita
jangan ampe membatasi pergaulan hanya dengan orang-orang yang kita anggap se-Level
atau sebanding dengan kita karena kita akan merasa ‘tinggi’, dan memvonis
orang-orang tertentu lebih ‘rendah’. Coba kita renungkan sejenak, dan bertanya
pada diri kita. Pernahkah kita bergaul dengan anak pembantu kita, ataupun anak
yang menegan ke bawah? dan atau hanya kita bergaul dengan anak-anak orang
kaya?. Duuh jangan ampe ya kita bersikap manis hanya keada orang-orang kaya,
tetapi bersikap acuh dan judes pada orang-orang yang ‘nggak punya’, sehingga
mereka merasa minder dan menjada jarak. By doing that, kita sudah menyinggung
perasaan orang lain secara nggak sengaja kita udah ngebuat ‘Gap’ sosial dengan
kesombongan kita.
satu lagi nih, yang harus kita terapkan dan praktekkan sehari-harinya, adalah dimana kita
harus memiliki prinsip dasar dalam pergaulan, yakni bagaimana kita membangun komunikasi dengan orang lain.
Untuk itu, kita harus memperhatikan sikap dan manner-kita.
Pepatah
bilang, “tak kenal maka tak sayang”. Agar kita terhindar persepsi negatif
tentang seseorang, maka kenalilah dahulu orang itu. Dan dari situ, kita pasti
tau apakah persepsi kita pada awalnya terhadap orang itu benar atau salah. Setelah
kita kenal, maka kita dapat menilai, memahami, dan memutuskan pantas nggaknya
dia dijadikan teman, ataukah harus dijauhi..
‘Berfikir
Positif”. ayolah, selalu berbaik sangkalah.. jangan harap deh.. kita bakal bisa
selalu ceria kalo pikiran kita sendiri dipenuhi dengan prasangka-prasangka
buruk terhadap orang lain. Bisa-bisa kita malah akan selalu hidup dalam
kecurigaan dan ketakutan.. :p
Kita
jangan membatasi dii kita dengan siapapun ya, bergaullah dengan siapa saja. Karena
dengan membatasi diri, itu berarti sama saja kita membatasi dan menutup diri
dari ‘ILMU dan KESEMPATAN’. Siapa tau, kita malah akan bertemu dengan jodoh
kita. Karena jodoh kita ada di sekitar kita lho, Hehehe.
Tunjukkan
kepedulian kita pada orang lain.. dengarkan apa yang dia utarakan, jagan sok
acuh ya sob. Misalnya bila ada seorang yang ingin curhat ataupun menyampaikan
kegembiraannya. Usahakan seolah kita ntu tertarik banget ma cerita-certia yang
dia utarakan. Beri pertanyaan-pertanyan bila dia sedang memberi jeda dalam
pembicaraannya. Agar orang itu seneng, dan ngerasa ceritanya nggak sia-sia bila
dia caritakan pada kita. Dan itu, pasti dia ngerasa akan lebih nyaman, dan
nggak akan bosen menceritakan segala argumen yang ingin dia sampaikan. Dan pastinya
kita menganggapi dengan seperti itu, bukan karna hanya biar dia nganggap kita
baik lho ya. Pastikan itu semua tulus dari dalam hati kita :)
Yaaah,,
dari semua itu, smoga kita bisa memiliki banyak teman, nggak ada lagi Gap ataupun
perbedaan. Karna kita sebagai, Bangsa Indonesia Yang Berbineka Tunggal Ika “meski
berbeda, tetapi tetap Satu”. Jangan Ada Lagi Permusuhan ataupun Kebencian yaa :)
Minggu, 04 November 2012
avalokitesvara bodhisattva
sedikit ajaran welas Asih yang membuatku tertarik. dalam tulisan-tulisannya mengandung makna yang mendalam, dan dapat di jadikan renungan.
memang, ajaran welas Asih avalokitesvara bodhisattva ini bukan berasal dari agamaku. tetapi, aku hanya menyukainya saja.
ada sedikit kalimat-kalimat yang membuatku kagum. dan itu, dapat ku jadikan pedoman pedoman hidup.. :)
orang yang baik, walaupun rejeki belum tiba, tapi bencana telah menjauhinya.
orang yang jahat, walaupun bencana belum tiba, tetapi rejeki telah menjauhinya.
Berbuat kebajikan pasti mendapatkan kejayaan. bila sudah berbuat kebajikan, tetapi masih belum juga jaya, dikarenakan dirinya atau para leluhurnya masih mempunyai sisa karma. bisa karma sudah ditebus pasti mendapat kejayaan.
Berbuat kejahatan pasti akan mendapat malapetaka. kalau berbuat kejahatan tetapi tidak mendapat malapetaka, dikarenakan dirinya atau para leluhurnya sudah menumpuk pahala. bila pahala sudah habis akan mendapatkan malapetaka.
dari kalimat-kalimat itu, sebaiknya kita sebagai manusia janganlah berbuat segala macam kejahatan dan Berbuatlah kebajikan untuk sesama kita, agar kita selalu didekatkan pada kebahagian, ketenangan, dan Dijauhkan dari malapetaka..
Sabtu, 03 November 2012
indahnya kebersamaan
aku bahagia mempunyai sahabat-sahabat yang baik, pengertian, dan selalu ada satu sama lain.. mereka adalah sahabat- sahabatku SMA. kami berjumlah 7 orang. dan kami sepakat memberi nama pertemanan kami dengan sebutan DF. DF kami pilih, karena itu merupakan sebuah singkatan. DF (d' Family Gank). tentunya, bukan gank-gank yang nakututin kayak di tv-tv loh.. :p
hari-hari d SMA, kami lalui dengan kebahagiaan. kami selalu ber-7. sampai-sampai guru-guru hafal dengan kami. diantara kami ber-7, hanya Alfinlah yang cow. tapi itu gak membuat kita membedakan atau membatasi pergaulan dengan cowok. karna Alfin sendiri, sedikit terbawa atau lebih dominan sering membahas apa yang dibahas oleh para cewek.. :p
tiba saat akan lulus, kami sedikit sedih. karena rencana studi kali merbeda-beda. aku diterima di Fakultas pertanian Universitas Jember. 3 sahabat-sahabatku diterima di universitas Jember juga namun dengan Fakulta yang berbeda-beda. walau 1 universitas, namun tak memprediksikan kita untuk dapat sering bertenu. Alvin yang paling kita sayang di komunitas kami, harus melanjutkan studynya di Brwijaya Malang.
aku sedikit penat, karena study yang akan aku jalani tidak sesuai dengan minat dan keinginanku. itu semua pilihan orang tuaku. lagi-lagi dalam ini aku tak dapat mengkreasikan apapun yang ingin aku utarakan. tapi, aku akan mencoba menjalani semua ini.
sebelum kami sibuk masing-masing dan takut tidak akan bertemu agak lami, kami berencana untuk bersenang-senang ke pantai..
yeaaahhh.... PAPUMA.... sebuah pantai yang ada di selatan kota jember. disana, kami bersenang-senang. dan sedikit menghilankan penat yang ada dalam diriku. sahabat-sahabatkupun mengerti akan apa yang aku rasakan. mereka hanya bisa mensuportku dan berusaha menghiburku. dengan itu, sedikit demi sedikit aku bisa menghilangkan sara penatku..
kalo inget dulu, aku pengen ketawa.. walau di sekolah, kita selalu g lupa untuk eksis. dikit-dikit foto, dan itu yang kadang bikin guru gemes ma kita-kita. :p
lucunya, malah yang mau motoin kita-kita adalah salah satu Guru kimia, yaitu Bu Meli. Bu meli guru Idolaku.. :)
waktu itu, bu meli g sengaja lewat, saat kita-kita sedang asik berfoto-foto. akhirnya, bu Meli malah minta untuk memoto kita, dengan syarat kita harus megang HP, seolah kita lagi promosi HP. hahaha, nggak tau itu hukuman atau apa, mungkin Hukuman karna kita suka berfoto-foto di sekolah..
LUPH IU my Frends... :* ^-^
perjuanganku, hasil terbaikku
Dari tulisan sebelumnya dalam “pelajaran yang berharga”, aku menceritakan
bagaimana aku menjalani sebuah keadaan yang mungkin hanya segelintir anak yang
merasakan keadaan sepertiku.
Flash back to my memory...
Waktu itu, aku masih
sedikit galau tentang keadaan yang ada. Namun, aku berusaha tuk tetap berjuang
untuk menuntaskan masa SMA’ku dengan baik dan kuharap dapat nilai yang
memuaskan. Ku kesampingkan masalahku-masalahku yang lain, dan aku lebih fokus
tuk proses pembelajaranku. Mengingat UNAS kurang 3 bulan lagi.
Saat itu, ibuku
menyuruhku untuk mengikuti lembaga bibimbingan belajar (LBB), aku pun
mengiyakan perintahnya. Dan lalu, ibuku mendaftarkanku pada salah satu Lembaga
Bimbingan Belajar yang lumayan terkemuka di kotaku, yakni lembaga bimbingan belajar
SSC. Di tempat itu, aku menemui banyak teman-teman baru. Dari pengalamanku
sebelumnya, aku telah banyak belajar. Mungkin, aku tergolong anak yang pendiam,
udah gitu pemalu pula. Terkadang, hal itu yang membuatku menjadi sedikit berjarak
dengan teman sekitar. Namun, aku berusaha tuk bisa menjadi anak yang loyal. Alhasil,
sedikit demi sedikit, aku bisa merubah sikap yang buruk bagiku.
Selama belajar di SSC,
banyak sekali ilmu yang bisa aku terima. Selain tempatnya yang nyaman, para
tentornyapun ramah-ramah semua. Gak nyangka, salah satu tentor yang ada di SSC
itu adalah Miss yang pernah mengajariku les privat bhasa inggris saat aku duduk
di bangku kelas 2-5 SD. Miss Ririn Namanya. Dunia emang selebar daun kelor. Yaa,,,
gimana gak selebar daun Kelor. Dlu saat aku kelas 5,Miss Ririn udah mo wisudah.
Dan saat stelah wisudah, seolah kami kehilangan sosok Miss Ririn. Akhirnya,
Guru Prifatku harus diganti, tetapi aku tak bisa menyatu dengan guru prifat
baruku itu. Yaah, selain menimba ilmu d SSC aku juga bisa dikatakan temu kangen
dengan Miss Ririn. :)
Waaaw, waktu nunjukin
udah jam 14.40. banku saat itu bocor. Alamat telat banget ini, mana 10 menit lagi
kelas bimbingan udah dimulai. Saat itu, aku pengen nangis. Aku pengen teriak. Salahku
juga mandi terlalu lama dan selalu mengulur-ngulur waktu. “sifat Negatifku
Lainnya yang harus aku rubah juga”. Aku memang tak ingin menelfon atau
merepotkan orng rumah. Karna aku ingin menjadi ank yang mandiri. Disamping itu
rasa takut dimarain juga ada, pasti kalo aku telfon rumah, yang ada ibu malah
memarahiku karna tak bisa mengatur waktu dengan baik. Akhirnya aku tinggalkan
saja sepedaku di tukang tambal ban itu, untungnya jarak antara tukang tambal
ban dengan LBB SSC, tidah terlalu jauh. Yah, jika jalan kaki membutuhkan waktu
sekitar 10 menit. Pas lah, meski ku akan telat-telat dikit. Aku pun berjalan “1000
langkah”. Sesampainya di SSC, aku sedikit lelah. Dan tak ku hiraukan lelahku
itu. Aku langsung menuju kelasku. Pintu sudah ditutup. Bismillah, aku buka
pintu dengan ekstra hati-hati. Saat ku membuka pintu, aku melihat sosok anak
muda yang duduk di depan sendiri. Gak tau napa, saat itu jantungku berdebar
bukan main. Dan anak itupun ngeliat juga ke arahku. Belum puas aku melihat anak
itu, tiba-tiba tentor yang sedang asik menulis di papan tulis, langsung
menggertak dan aku sontak kaget.tatapanku terhadap pemuda itupun seketika buyar.
Ternyata tentor yang giliran mengajar yakni Miss Ririn, jadi aku sedikit agak
tenang, karena aku bisa masuk tanpa sunkan untuk dimarahin. Hehee
Aku memilih tempat duduk
yang berada agak jauh di belakang. Karena memang tempat yang kosong hanya
tinggal di bagian agak kebelakang. Miss ririn kembali mencatat di papan tulis,
da aku mengeluarkan buku catatanku + bolpoint. Tapi, aku masih sedikit aneh
dengan perasaanku waktu itu. Aku sekilas melihat kembai pemuda yang tadi. Dan dia
juga menoleh ke arahku. Ah,, apa ini. Udah ah, aku kesini untuk belajar. Tak ada
yang lainnya. Banyak anak baru yang hadir saat itu. Salah satunya pemuda itu. Pantas
saja aku baru melihatnya hari ini. Tanpa tegor sapa ataupun kenalan, itu juga
tak masuk daftarku. Aku menganggap ini tak penting. Ya, namun terkadang ada rasa
kepikiran.
Tak terasa UNAS udah
kurang 2 minggu. Lembaga bimbingan memberi materi yang sangat dengan ekstra,
dan percobaan soal-soal yang dirasa hampir setiap hari. Setelah kurang 1
minggu, Lembaga memberikan masa istirahat untuk kami belajar sendiri,
menenangkan hati & fikitan, dan memantapkan agar kita benar-benar siap
menghadapi UNAS.
Dalam bidang ecsac,
sebenarnya aku sedikit g faham. Tapi telat banget deh nyadarnya. Karena ini
memang bukan pilihan. Orang tualah yang menyuruhku untuk memilih bidang ecsac. Saat
menghadapi ujian, rasa deg-degan itu selalu ada. Tapi setiap kali ku awali
dengan bacaan Bismillah, rasa gugup itu berangsuk-angsur berkurang, yang ada
hanyalah keyakinanku saja. Kimia. Yah, pada hari itu, pelajaran kimia yang
diujikan. Aku masih ingat, guru yang mengajarku adalah pak Slamet. Beliau
adalah orang yang memiliki salah satu rumah makan, yakni RM Kalasan yang sangat
digemari oleh masyarakat bertempat tinggal di sekitar jalan jawa, terutama para
mahsiswa yang kostnya nggak jauh dari RM Kalasan. Harganyapun Terjangkau. Lho
kok malah Promosi ini ceritanya... back to pelajaran Kimia lagi. Yah, waktu itu
aku memang tak faham sama sekali tentang tingkatan atom lah, apalah, tapi
sedikit demi sedikit aku terus belajar, dan dalam proses pengerjaan ujian, aku
sedikit lumayan lancar.
Waktu untuk ujian
Unaspun selesai. Tinggal ku menunggu saja nilai yang akan keluar. Do’aku lebih
semakin ku pertingkatkan lagi. Aku hanya takut pada nilai UNAS kimia itu. Dan tiba
pengumuman penilaian, aku sontak KAGET.. whaat...??!!! nilai Kimiaku kumlot.
10,00. Berarti ga ada yang salah klo begitu. Aku masih ga nyangka dan habis
pikir. Karna yang mendapatkan nilai kimia 10,00 di SMA’ku ada 3 anak. Dan salah
satunya aku. woow..woow.. marbless... :)
Pak Selametpun juga ga
habis pikir, ternyata aku bisa mengerjakan soal-soal yang lumayan susah itu. Dari
situ, aku mendapat pelajaran banyak sekali. Walaupun awalnya aku g bisa. Dan sama
sekali gak bisa, namun kalo ada rasa keyakinan, aku mau terus berusaha, dan
selalu meminta pertolongan Allah, maka yang ku tuai adalah rasa gak nyangka dan
bahagia. :)
“kita sebagai manusia hanya cukup berusaha dan turus berusaha, dan dangan
diimbangi do’a juga, maka apa yang kita inginkan, walau itu dirasa tak mungkin,
namun keyakinan tetap ada, maka Allah akan memberi apa yang kita inginkan” :)
Satu lagi yang membuatku
juga seneng. Dengan adanya nilaiku yang bagus itu, setiap kali aku membeli
makan entah itu bersama temanku/ keluargaku di Kalasan, jika saat yang menjaga
kasir adalah pak selamet, selalu saja beliau mengatakan “lho ini anak yang g
bisa kimia, tapi nilai UNASnya bisa kumlot”. Yaaah, pak slamet yang diingat
dariku Cuma karna aku g bisa kimia, tapi nilai bisa kumlot. Huuft, malu sih kalo
aku lagi beli makan ma temenku. Tp tak apalah, setidaknya dengan 1 peristiwa
itu, pak slamet yang sifat pelupanya beliau lumayan tinggi, jadi g lupa ma
aku.. hehee..
Terima kasih Kawan atas waktunya,
smoga nggak bosan-bosannya kalian membuka dan membaca blog'ku :)
kisah-kisahku selanjutnya, akan aku tulis lagi dalan Kertas Usangku lainnya
pelajaran yang berharga
Awalnya,
aku takut akan keputusan-keputusan yang ada. Aku berontak, ada rasa ingin
menangis tapi tak dapat kukeluarkan air mata ini. Mengapa... mengapa.. Orang
tua tak pernah memberi kebebasan akan apa yang aku inginkan. Aku udah dewasa,
aku sudah bisa menentukan apapun yang akan aku lakukan, dan aku dapat mempertanggung
jawabkan keputusanku.
Berawal
saat aku menduduki bangku SMA. Aku menginginkan bagaimana rasanya jatuh cinta
dan dicintai. Waktu itu, temanku banyak. Mereka selalu mendorongku untuk selalu
mencari pasangan. “ eh Pam,” Begitulam mereka memanggilku. “ayo.. kapan kamu
kayak kita-kita.. malam minggu udah berdua, cari pacar donk!” aku hanya
mengiyakan dan membalas dengan senyuman. Disitulah aku mikir, aku ya
menginginkan keadaan seperti mereka. Mempunyai pasangan, yang bisa diajak
kompromi saat lagi ada hal yang kurang mengenakkan di pikiran kita. Namun,
rasanya semua itu terasa sulit bagiku. Karena pastilah faktor dari orang tuaku.
Waktu
itu, sebenernya udah ada beberapa anak cowok yang lagi PDKT ma aku. tapi aku
menganggapnya hanya sebagai teman saja. Disaat yang sedang ingin aku mencoba,
aku mulai sedikit membuka diri untuk mau menggubris diantara beberapa mereka. Saat
itu, aku sudah tak lagi mendengarkan nasehat orang tuaku yang nggak ngebolein
aku untuk berpacaran. Dalam hati, AKU HANYA INGIN MERASAKAN APA YANG
TEMAN-TEMANKU MERASAKANNYA.
Teringat
kata-kata orang tuaku pada saat itu, seusai acara perjodohan antara tanteku dengan
anak teman ayahku. Saat itu, salah satu anggota keluarga dari teman ayahku
menanyakan tetang apakah aku telah memiliki seorang kekasih??, biasalaah orang
tua selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan sperti itu disaat sedang berkumpul acara
keluarga. Pertanyaan itu membuatku agak
gimana gitu.. aku hanya membalas dengan senyuman dan sedikit meringis. Sontak
Ibuku langsung menjawab, menengahi pembicaraanku dengan tante itu. “Masih
sekolah, g boleh mikirin hal ini dan itu dulu. Pam2 ini g saya bolehin tuk
pacaran. Itu nanti sajalah, ursan kita sebagai orang tua Jeng”. Ucap Ibuku ke
tante besan itu. Aku hanya melihat ke arah ibuku dan tante itu, hanya dengan sebuah senyuman. Dalam
hati, ada rasa sebel. Padahal waktu itu aku lagi sedang PDKT dan ingin mencoba
tuk berpacaran. Aku iri ma ayahku. Dulu, ayahku memang dijodohkan. Biasalah, di
keluarga ayahku selalu menerapkan sistim itu. Tapi, buktinya, ayahku malah
kecantol kan ma ibuku, gak lewat sistim-sistim perjodohan. Eh kenapa kok sekarang
malah perjodohan itu harus diterapkan padaku nantinya..?? WHY... WHY...
WHY...???!!!
Ah,
masa bodoh...
Di
sekolah, HP’ku bergetar menandakan ada SMS masuk. Ku baca pesan itu. Dan ternyata
pesan itu dari ipoy. Ipoy adalah salah satu anak yang lagi PDKT ma aku. waktu
itu, ada Ipoy dan ada Mz Putro yang lai deketin aku. Ipoy berbeda SMA dengan
aku, aku d Smaja, dy d SMA 2. Anaknya baik, ga neko-neko, itu yang sedikit kukagumi sosok Ipoy. Maz Putro juga baik. Tapi sayangnya maz putro Umurnya 3 tahun
lebih tua dari aku. Maz putro statusnya udah kuliah di Universitas jember,
khususnya di Faperta, yang sekarang malah menjadi Tempatku menjalankan Study di Faperta, dan juga asistenku pula...
Kembali
pada pesan Sms dari ipoy. Dy menanyakanku apakah malam minggu nanti aku sibuk?.
Aku sedikit bingung mo jawab apa. Karna selalu, malam minggu sampai malam
senin, aku selalu menghabiskan waktu bersama kedua orang tuaku dan adikku. Kami
selalu mangadakan acara hang out bareng, hal itu ditujukan agar aku dan adikku
tidak terikut jaman yang katanya sekarang udah mulai edan.
Aku pun membalas “nggak sibuk”. Dalam fikiranku, biarlah untuk malam minggu ini aku akan meminta ijin keluar pada orang tuaku, dengan lasan, aku akan mencari buku bacaan. hehee
Aku pun membalas “nggak sibuk”. Dalam fikiranku, biarlah untuk malam minggu ini aku akan meminta ijin keluar pada orang tuaku, dengan lasan, aku akan mencari buku bacaan. hehee
Udah
hampir 4 bulan lebih si ipoy PDKT. Tapi, akunya masih takut dan akupun ingin
mengenal ipoy lebih dekat, bagai mana kelakuan anak itu. Dan selama ku lihat,
dia baik dan g neko-neko, ibadahnya ya kuat, cakep pula. Itu yang bikin aku
kagum banget. Ahirnya, malam minggu pun aku diskasih ijin ma ayahku tuk keluar,
walau awalnya harus dengan kesabaran dan sedikit pemaksaan sih. Aku gak
ngebolehin Ipoy menjemputku. Aku mengajak dia tuk janjian di Gramedia aja. Dan ipoypun
mengiyakan, karna kita sama-sama berniat ingin mencari-cari buku.
Malam
itu, aku sedikit kaget. Ipoy menyatakan bahwa dia ingin jadi
cowku. Tapi, aku mengatakan dulu lebih awal ma dia tentang orang tuaku yang nggak
ngebolehin aku pacaran. Awalnya, Ipoy yang menunjukkan mimik wajah sumeringah, berubah menjadi
lemes. Dan akupun mengatakan, bahwa aku juga ingin berpacaran. Kami berdua, tak
langsung memutuskan tentang status kami. Ipoypun memberi arahan tuk melakukan
sholat Istikhoroh. Oh Tuhan,, betapa tambah terkagumnya aku sama anak ini..
karna masalah itu sedikit susah tuk dipecahkan dan hal itu membuat kami akan
semakin jadi pusing, maka aku dan ipoy memutuskan untuk makan es krim aja. Waktu
menunjukkan jam 20.20 wib. Setelah puas kami makan eskrim, akhirnya kami
pulang. Ipoy memintaku untuk membuntutiku sampai rumah,katanya dy takut aku
kenapa-kenapa. karena Jalan ke arah rumahku emang sepi. Sisi positif lain yang
aku tangkap lagi dari Ipoy, Perhatian. :)
Aku
meminta Ipoy menghentikan mengantarku hanya sampai depan Blok rumahku. Karna aku
takut akan ketahuan orang tuaku, itu malah akan membuatku menjadi berabe. Sesampai
dirumah, untung saja aku g telat pulangnya. Akupun langsung menuju kamarku. Dan
smsan dengan Ipoy masih berlanjut, sambil bersenda gurau. Hingga pukul 21.30,
kami menghentikan pecandaan kami, dan kami saling berpamitan untuk tidur. Tak lupa,
Ipoy mangajakku untuk bangun malam dan akan membangunkanku.
Malam
pun lewat. Hari pertama setelah kami melaksanahan sholat istikhoroh, kami saling tak mendapatkan pencerahan. Hingga malam
ke tiga, kami mendapatkan pencerahan. Dan kami memutuskan untuk menjalin
hubungan pacaran. Ipoy sudah menerima akan keadaanku yang nggak boleh pacaran. Dia
mau menjalani hubungan backstreet. Awalnya aku sangat takut. Tapi kami lalui
dengan alakadarnya saja. Selama menjalin hubungan pacaran, Ipoy banyak
mengajarkanku dan merubahku ke arah yang lebih baik lagi. Awalnya yang aku
males banget untuk melaksanakan sholat malam, yang biasa ku lakukan masih
bolong-bolong, setelah berpacaran dengan ipoy, Sholat malamku semakin giat dan
sistem belajarkupun menjadi semakin lebih baik dan nilai-nilaiku semakin
meningkat. Hubungan kami sudah berjalan beberapa bulan. Dan sebenernya aku
sedikit lelah untuk hubungan backstreet terhadap orang tuaku. Aku berencana
untuk mengenalkan Ipoy pada Orang tuaku. Aku berfikiran Gila,, menurutku. Entah
apapun yang akan aku terima dari orang tuaku, aku berani menerima.
Benar
saja, aku mengatakan bahwa aku telah berpacaran selama beberapa bulan dengan
Ipoy, dan awalnya Orang tuaku sangat-sangatlah marah. Namun, berbagai alasan
aku utarakan, aku memiliki alibi yang kuat. Aku membenarkan akan perlakuan
positifku yang semakin meningkat, itu berkat Ipoy. Dan orang tuaku sedikit demi
sedikit meluluhkan hatinya, tak lupa aku selalu meminta pada Allah. Beberapa hari
kemudian, malam minggu aku mulai berani untuk menyuruh Ipoy berkunjung ke Rumahku. Mulanya
aku takut kalau Ipoy akan menjadi mundur karena orang Tuaku yang terkesan keras
di mata teman-temanku. Tetapi, sisi keberanian Ipoylah yang semakin membuatku
terkagum pada anak itu.
Kami
berduapun menghadapi orang tuaku. Kok malah aku yang gugup.
Ipoy justru menampakkan sikap yang tenang. Aku takut akan ipoy malah
dimarah-marahin ma ortuku. Tapi, bersyukurlah pertemuan dengan orang tuaku
berjalan dengan baik. Meski Orang tuaku, masih sedikit tidak merestui hubungan kami. Waktu itu jujur aku pengen nangis. Aku merasa sudah mendapatkan pasangan
yang pas. Baik, sopan, ibadahnya kuat, pengertian, cakep pula. Ipoy berbeda
dengan Cowok-Cowok lainnya yang aku tau/ denger dari banyak bibir, cowok itu
hanya ngambil butuhnya saja, dan kebanyakan teman-temanku sakit hati hanya
karena cowok dan sempat ingin sampai bunuh diri. Namun aku bersyukur, Ipoy tidak
seperti semua itu. Dia memperlakukanku selayaknya wanita yang ingin selalu dia
lindungi dan tak ingin sedikitpun terluka ataupun rusak. Tapi aku berusaha untuk
menjalani semua ini seperti air yang mengalir saja, atas Rido-nya.
Hubungan
kami masih baik-baik saja hingga kami berdua akan melaksanakan ujian UNAS. 5
bulan lagi UNAS akan berlangsung. Kami berdua saling berlomba untuk belajar
dengan giat. Namun, entah kenapa hubungan kami justru semakin merenggang. Mungkin
karena kami sama-sama sibuk untuk belajar. Tapi sikap Ipoy sudah mulai sedikit
berubah. Justru aku medengar dari teman-temannya bahwa ipoy lagi di deketin ma
anak tetangga rumahnya. Aku sedikit kaget. Dan aku menanyakan kebenaran dari
berita itu. Namun Ipoy justru malah marah-marah. Sisi positif Ipoy menjadi
berbalik 180º di dalam fikiranku. Aku sakit di bentak. Ortuku saja kalo marah
nggak pernah bentak. Mereka hanya memberikan kultum dan dakwah.
Waktu
itu, aku hanya berfokus untuk belajar saja. Dan ortuku tak tau akan keadaan
yang terjadi pada aku dan Ipoy. Tapi sedikit banyak mungkin mereka tau, dan
sengaja membiarkanku untuk menyelesaikan persoalanku sendiri. Setiap malam,
Ipoy sudah jarang untuk membangunkanku lagi. Kita jarang juga berhubungan lewat
SMS. Akupun tak ingin mengambil pusing akan semua ini.
UNASpun
akan diadakan kurang 3 bulan lagi. Rasanya, selama 2 bulan yang terlewatkan, hanya terasa sepintas saja. Waktu serasa cepat berputar, masalahku dengan Ipoy bak seperti
tak ada kabarnya lagi. Tak ada status di antara hubungan kita. Tak ada kata
putus ataupun bertemu. Pada saat itu, HP'u berdering. saat ku lihat, ternyata Ibu Ipoylah yang menelfonku. beliau hanya
menanyakan mengapa aku tak pernah main kerumah beliau lagi? Demi menjaga hati
beliau, aku hanya beralasan bahwa sedang sibuk belajar untuk UNAS. Dan mungkin
Beliau telah peka akan keadaan yang terjadi antara aku dengan Ipoy. Terahir aku
lihat Ipoy, dia justru bergoncengan dengan cewek lain yang tak lain itu adalah
tetangganya. Aku hanya tertawa saja dalam hati. Entah kenapa, tak ada
sedikitpun rasa cemburu yang ada. Pada detik itu pula, aku mengirim pesan
singkat pada Ipoy yang berisi: “Terima Kasih Telah mengajarkanku banyak Hal
Kebaikan. Mungkin Tuhan mengirimkanmu padaku hanya Untuk membimbingku ke arah
yang lebih baik Lagi. Jasa-Jasamu, tak akan pernah aku Lupakan :)”.
Setelah Pesan Terkirim, Ipoy langsung menelfonku. Dan akupun tak ingin
bertengkar dalam telfon. Ipoypun mengajakku untuk bertemu 4 mata. Pada saat
itulah, kami menyelesaikan semuaya. Berbagai argumen dan alasan yang terlontar
dari mulut Ipoy. Tapi, ntah kenapa perasaanku saat itu sudah hambar. Dan kamipun
memutuskan untuk mengahiri hubungan kami.
Dari
semua keadaan yang aku alami, banyak memberi pelajaran bagiku. Mungkin benar
kata orang-orang, “Apapun yang Orang Tua Katakan, Harus kita Turuti. Sebab Jika
Tidak, ada Saja Hambatan Atau Cobaan-Nya yang Membuat Menjadi Hancur.” Mungkin Ipoy
Bukanlah Jodohku. Walau hampir semua yang ada pada dirinya, adalah kriteriaku.
semenjak kejadian itu, aku sadar akan selalu menuruti apa yang diinginkan orang tuaku nantinya. Namun, dengan adanya semua ini, tak sedikitpun membuatku menyesal. karena, banyak sisi positif yang bisa aku terima dan tumbuh untuk merubah sikap dan sifatku ke arah yang lebih baik lagi.
semenjak kejadian itu, aku sadar akan selalu menuruti apa yang diinginkan orang tuaku nantinya. Namun, dengan adanya semua ini, tak sedikitpun membuatku menyesal. karena, banyak sisi positif yang bisa aku terima dan tumbuh untuk merubah sikap dan sifatku ke arah yang lebih baik lagi.
terima kasih atas waktu yang kalian luangkan tuk mambaca Kertas Usangku..
lanjutan-lanjutan caritaku, akan aku Tulis dalam KERTAS USANGKU yang lain :)
Langganan:
Komentar (Atom)


.jpg)

