Tampilkan postingan dengan label live. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label live. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Mei 2013
Terima Kasih Ibu
tak tahu harus berkata apa aku ini.. yang jelas, aku senang-bahagia-gembira..wah sama aja yaah.. hehe
bila diibaratkan Es batu, mungkin Es itu Telah mencair. sama aja dengan hati ibuku. sekarang, aku lega sebab ibuku memberiku kelonggaran untuk apa yang aku inginkan.
awalnya aku takut untuk membahas tentang masalah ini terhadap orang tuaku, apalagi ibuku. mengingat ibuku yang pernah ingin sekali menjodohkan aku dengan seseorang yang akan dipilihnya kelak, sekarang aku tak usah lagi galau akan itu :)
Namun, kelonggaran itu ada waktunya.. Tak apalah, yang penting aku lega.
saat ibuku tengah berdua dengan adikku, aku langsung ikut aja nimbrung. kami membahas tentang semuanya. bercerita kesana-kemari dan membicarakan akan soal adikku yang saat ini tengah dekat dengan seorang wanita. terlihat lepas sekali tawa kami saat mendengar celoteh curhatan dari adikku. dalam hati, aku telah mempersiapkan bahwa aku akan membahas tentang apa yang udah ngebuat aku merasa tak nyaman akhir-akhir ini, yaitu "perjodohan".
momen itu emang pas banget. setelah adikku yang curhat, barulah giliranku yang curhat. aku hanya bertanya, apakah harus tentang perjodohan itu?. namun ibuku hanya menjawab 'ya begitulah'. aku hanya ber-dehem..
saat itu, aku dag-dig-dug. takut.
akhirnya dengan modal keberanian dan nekat, akupun bercerita bila aku sedang menanti sesuatu yang tak ingin ku tinggalkan dahulu.
ibuku hanya mengernyutkan dahi, seolah tak faham akan perkataanku. dan aku pun memperjelas jika aku memiliki sebuah penantian yah walau belum jelas tentangnya, dengan alasan aku juga ingin melanjutkan bekerja dulu setelah aku kuliah.
ibuku tak cepat menjawab kata-kataku. beliau diam sesaat dan menanyakan apa alasanku hingga aku tak ingin cepat dijodohkan. dan akupun menjawab apa adanya tentang "aku sedang menanti seseorang yg sedang Allah sembunyikan, dan saat ini mungkin seolah tak kenal tapi aku berharap suatu saat seseorang itu akan mendekat dan memperkenalkan dirinya".
saat itu, ibuku hanya tertawa. waah, dalam hatiku aku hanya berseruh pasti dimarahi.
namun, aku salah. Ibuku justru malah mengijinkanku untuk menanti apa yang sedang aku nanti.
namun pas ditanya sampai kapan aku akan menanti, aku hanya menjawab sampai tiba saatnya.
dan ibuku menjawab "ok, mbak bisa menunggu. tapi sampai saat waktu yang udah ditentukan dan penantian itu sia-sia". dan aku hanya bisa menjawab "iya.."
Tuhan,, terima kasih telah merubah hati ibuku sehingga aku diperbolehkan untuk bisa menunggu sesuatu yang telah kuyakini..
Tuhan, tolong berilah yang terbaik untukku.
dan apapun keputusanmu kelak semoga akan selalu menjadi "Happy Ending" untukku :)
Rabu, 15 Mei 2013
Nenekku "guruku"
Aku merenung, Mengingat kembali masa-masa
kecilku. Masa dimana aku dirawat dan dibesarkan tanpa tangan kedua orang tuaku
sendiri. Sejak kecil, aku udah tinggal bersama eyang kakung dan eyang utiku.
Karna akulah cucu yang dapat menemani kesepian bagi mereka, dikala anak-anak
dari budheku udah dewasa semua. Sehingga kakek dan nenekku memintaku dari kedua
orang tuaku. Walau aku tak dibesarkan langsung oleh kedua orang tuaku, aku
sangat bersyukur. Eyang kakung dan eyang utiku tak menganak emaskan aku. aku di
didik selayaknya anak-anak seperti yang lainnya. Sering kali aku diomelin oleh Eyang
utiku karna aku suka melakukan hal-hal yang seharusnya gak kulakukan. Tingkahku
yang nakal dan suka main lupa waktu hingga mandiku menjadi telat dari waktu
yang telah ditetapkan eyang utiku. Pada saat itu, rasanya aku g betah karna
didikan eyang utiku yang menurutku kayak orang belanda. Yah, utiku emang
disiplin, dan mungkin terlewat disiplin. Banyak sekali aturan-aturan yang harus
ditaati. Apalagi, aku seorang cewek. Utiku pernah mengatakan bahwa
“wanita itu seperti
gelas kaca yang benar-benar harus dijaga, dan jangan ada retak ataupun ada goresan
setitikpun. Jika wanita melakukan 1 kali kesalahan walau kesalahan itu tak
berat, orang-orang udah memandang cacat atau bahkan mencibir. Berbeda dengan
laki-laki, jika mereka berbuat 1000 kali kesalahan yang berat sekalipun,
orang-orang hanya tertawa saja dan tak pernah memandang cacat sedikitpun laki-laki
itu”.
Dari ucapan tersebut, aku hanya mengiyakan. Karna usiaku yang masih 13 th,
sama sekali tak memahami kata-kata utiku. Selalu aku merenung akan kata-kata
eyang utiku.
Sesekali kedua orang tuaku menengokku. Karna
pekerjaan orang tuaku yang tak memungkinkan tuk menengokku setiap saat, mereka
hanya dua kali dalam seminggu menengokku. Apa lagi sejak adikku lahir, orang
tuaku hanya sekali dalam seminggu menengokku. Selain itu, tempat kerja orang
tuaku jauh dari ruman eyang utiku dan untuk perjalanannya saja butuh waktu 5
jam. Saat ibuku datang, aku bahagia banget. Dan aku selalu mengadu akan apa
yang aku alami, sering diomelin utiku, main nggak boleh lama, bahkan dalam
makan dan hal sekecil apapun pasti ada aturannya. Selain itu, tugas-tugas yang
harus dikerjakan cewek sanyat banyak. Tapi, ibuku hanya menertawakan aduanku
saja. iiigh, aku sebel dan bertanya-tanya. Setiap aku mengadu, ibuku selalu menjawab
dengan senyuman: “suatu saat kalo mbak udah dewasa, pasti tau sendiri J”. Huuft, yang maunya aku mendapatkan solusi,
justru bingung yang ku dapatkan. Aku tak heran karena ibuku dulu juga mengalami
hal yang sama dengan aku.
Berjalannya waktu dan usiaku dimana aku harus
melalui hari-hari dengan aturan-aturan yang menurutku itu kuno, membuatku hanya
diam dan melakukan saja aturan-aturan eyang utiku. Hingga pada saat aku berumur
15 tahun, eyang utiku terserang stroke. Dan saat itu, aku merasa ada yang
kurang dalam hidupku. Aku merasakan kesepian akan titah dan omelan utiku.
Selama utiku stroke, aku yang merawatnya, dibantu dengan tanteku yang kala itu
sudah menduduki bangku kuliah. Setiap kali aku menyentuh badan eyang utiku, aku
selalu ingin menangis. Dulu setiap eyang utiku menasehatiku, sekalipun aku tak
boleh menatap matanya langsung. Jika aku menatap matanya langsung, yang ada
beliau justru tambah marah. Sebab tak sopasn sekali bila menatap mata orang
yang lebih tua jika memberi nasehat. Tapi sejak utiku stroke, beliau tak pernah
marah bila aku menatap langsung mata beliau. Yang ada, aku ingin menangis bila
menatap dan berbicara pada beliau. Setiap aku berbicara, beliau hanya diam dan
menatapku dengan penuh arti seolah ingin membalas pembicaraanku, namun nggak
bisa.
3 tahun telah berlalu, dan aku menduduki
bangku kelas 3 SMA. Pagi itu tepat saat hari minggu, seperti biasa setelah eyang utiku dimandikan, aku
menyuapi eyang utiku. Namun saat itu, eyang utiku tak sekalipun mau mengunyah buburnya.
Aku tak menyadari bahwa suapan ketigaku, eyang utiku udah nggak ada (meninggal). Aku
menepuk pipi eyang utiku, dan sekalipun eyang utiku tak mau mengunyah. Biasanya,
setiap aku menyuruh agar eyangku mau menelan buburnya, selalu eyangku
mengedipkan mata dan mengangguk. Namun, saat itu tepukan tanganku di pipi
eyangku, tak membuat mata eyangku berkedip. Aku bingung, ada apa?!! Akhirnya
aku mengambil lagi makanan yang ada di dalam mulut eyang utiku. Aku
mengoyak-ngoyak badan eyang utiku. Tapi tatapan eyang utiku udah kosong dan
hanya pada 1 arah. Saat itu, aku bener-bener bingung. Aku memanggil-manggil
tante dan eyang kakungku. Aku menempelkan pipiku di atas perut eyang utiku,
namun tak ada tanda perut eyangku kembang kempis. Telunjukku aku tempelkan di
hidung eyang utiku, namun tak ada angin yang berhembus dekalipun dari dalam
hidungnya. Saat itu, dadaku benar-benar sesak, ingin menangis tapi air mata nggak bisa keluar. Tanteku panik dan memanggil dokter
yang memang menangani eyang utiku dari awal.
Semua anggota keluargaku sudah berkumpul di dekat eyang utiku.
Aku masih memeluk eyang utiku. Aku marah saat itu aku marah. Karna dokter
mengatakan eyangku udah meninggal. Aku tak percaya, aku menangis sejadi-jadinya
di pelukan eyang utiku. aku menghela tarikan ibuku yang menyuruhku untuk
bangkit dari badan eyang utiku. Saat itu, aku benar-benar merasa kehilangan. Ingin
rasanya aku teriak, aku ingin eyang utiku kembali. Tapi, itu nggak akan
mungkin. Walaupu hari udah lewat 40 hari sejak sepeninggalnya eyang utiku, aku
tetap aja ngrasa sakit di hati. Aku kesepian walau banyak sanak keluarga di
sekelilingku saat itu. Setiap kali aku memandang tempat tidur eyang utiku, aku
merasa eyang utiku masih saja berbaring disitu. Selalu saja aku g tahan kalo
inget akan semuanya. Air mata selalu aja g bisa aku tahan. Ibuku merasa
khawatir jika aku tetap dirumah eyangku, ditakutkan aku nggak bisa fokus ke
pelajaran. Mengingat aku udah kelas 3 SMA dan harus giat belajar untuk UNAS
nantinya. Dan akupun disuruh untuk tinggal di rumah orang tuaku saja yang sudah
dibeli sejak aku kelas 5 SD, Namun saat orang tuaku baru membeli dan menyuruhu untuk pindah ke rumah itu, aku justru lebih memilih untuk tinggal bersama eyang
kakung dan utiku. Karna percuma, rumah itu hanya dihuni oleh emak-orang yang udah ikut orang tuaku semenjak ayahku masih bujangan.
Saat ini, usiaku telah beranjak dewasa dan
mungkin udah bukan remaja lagi. Dengan umur kepala 2, aku sadar betapa
berharganya nasehat-nasehat eyang utiku.
walaupun do’a yang ku kirim untuk beliau di
setiap panjatan do’aKu, Rasanya tak dapat menebus semua kesalahan-kesalahan
yang ku perbuat dulu, yang mana aku bandel dan suka bukin eyang utiku marah.
Sekarang, Aku hanya bisa melakukan semua
perintah dan nasehat-nasehat yang pernah beliau berikan padaku dengan baik. Dengan
itulah, aku akan merasa eyang utiku selalu bersamaku dan dekat denganku. Walau kadang
aku merasa ingin menangis setiap saat mengingat eyang utiku.
Senin, 11 Maret 2013
DAN GELAS KOSONG ITU TELAH TERISI
BINTANG-BINTANG
KECIL mulai berbisik..
Entahlah,,
apakah aku harus mendengarnya?? Ataukah justru sebaliknya, harus aku
abaikan..??
Tak
mungkin bisa ku abaikan..
Bagaimana
bisa aku abaikan?!! Jika bisikan itu selalu menjadi beban dalam hati dan
fikiranku..
Bintang-bingtang membisikkan bahwa
“Gelas
Kosong itu telah terisi..!!”
“Rumah
itu Telah berpenghuni..!!”
Tak
tahukah dia? Bahwa dengan bisikannya itu, akan ada hujan deras turun, dan
mungkin tanpa henti.
Aarrggh,,
dadaku serasa penat dan sesak..
Mungkin
aku memang pengecut.
Ya..
Aku memang pengecut..!
Sejak
awal, aku hanya diam memandangi gelas kosong itu. Padahal, ingin sekali aku
menuangkan air dalam gelas itu.
Sejak
awal, aku hanya diam berdiri di depan rumah kosong itu. Padahal, ingin sekali aku
memasukinya.
“AKU HANYA MENANTI WAKTU YANG TEPAT SAJA UNTUK MENGISI
GELAS KOSONG ITU, ATAUPUN MEMASUKI RUMAH KOSONG ITU”
Begitulah
prinsipku.
Namun
semua tak seperti dengan apa yang aku fikirkan.
TERLAMBAT..
Dan mungkin
aku memang TERLAMBAT.
Tapi,
APA BENARKAH semua itu..??!!!
Jika
memang benar,
Apakah
sebuah keyakinan yang aku miliki dan ku simpan rapat-rapat, haruskah musnah
begitu saja..??!!
Dan Apakah aku harus mengikhlaskannya..??!!
Padahal,
dengan sabar aku menunggu..dengan sabar aku diam..
Diamku,
bukan berarti aku diam tanpa arti. Namun diamku, aku lakukan tuk mengumpulkan
hal yang baik dan indah. agar tak hambar saat aku menuangkan isi dalam gelas
kosong itu, ataupun memasuki rumah kosong itu.
Aku
hanya tak ingin menuangkan air biasa dalam gelas itu. Aku mencari,, mencari dan
terus mencari agar aku bisa menuangkan madu juga dalam gelas itu.
Aku
juga hanya tak ingin memasuki rumah kosong itu dengan tangan kosong dan seorang
diri tanpa membawa suatu akhlak yang baik..
Haruskah
aku beranjak..??
Fikiranku terkadang memainkan agar aku pergi dan merelakan saja..
Namun,
Jauh di dasar hati yang paling dalam, masih ingin ku berdiri dan menunggu. . entah
sampai kapan itu lamanya..
To : Oppa”R”
Sabtu, 22 Desember 2012
SEBUAH PENANTIAN
akankah penantian itu segera berakhir..??
kurasa, biarlah Allah yang menentukan semuanya..
tanpa lelah aku akan menanti, dan yakin bahwa engkaulah yang akan menjemputku.
walau aku belum tau, siapa dirimu..
dirimu adalah sebuah sketsa wajah yang belum tergambar dengan jelas..
sebuah nama yang urutan abjadnya belum terangkai dengan jelas..
sebuah misteri yang masih ada pada genggaman-Nya..
aku akan menanti dengan ketenanganku..
tenangku, bukan berarti diam tanpa arti..
tenangku, bukan berarti hanya menunggu dengan termenung..
namun, ku tenangkan dengan do'a dan tawakal pada Allah SWT..
Aku akan selalu sabar menanti..
walau Aku tak setegar fatimah..
disini, akan selalu ku jaga iffahku sebelum kau jemput..
menjaga hijabku senantiasa terpelihara...
menanti hadirnya dirimu, membuatku banyak belajar..
Belajar tentang kesendirian..
bahwa kesendirianku, bukankah sesuatu yang memalukan.
karna ku tau, dengan kesendirianku itu akan membuatku menjadi lebih terjaga..
karena kesendirianku pula, aku dapat lebih mengenal dan mencintai-Nya..
Belajar tentang kebersamaan..
bahwa kebersamaan yang kini kurasakan, pasti akan berlalu suatu saat nanti.
karena kebersamaanku dengan Orang Tuaku, teman-temanku, bahkan orang-orang yang aku sayangi juga bagian dari siklus kehidupan yang akan berakhir pada waktunya..
Belajar Tentang cinta..
Bahwa cinta-Nya lah yang paling teragung..
karena cinta-Nya lah, aku dapat berdiri dan berada disini hingga detik ini..
dan karena Cinta-Nya lah pula,, kelak kita akan dipertemukan..
Belakar Tentang Kesabaran..
bahwa sabar itu bak seperti menanti lumpur mengendap hingga menghasilkan air yang jernih,
seperti tanah yang merindukan sejuknya tetesan hujan dari langit-Nya..
detik demi detik berlalu..kehadiran dirimu adalah kepastian-Nya yang selalu ku yakini, meski aku tak pernah tau kapan saat indah itu akan tiba..
aku membiarkan saat ini, aku dan dirimu berada dalam genggaman-Nya, penjagaan-Nya,, untuk terus memperbaiki diri, dan saling memantaskan diri satu sama lain...
ku menunggu hingga kelak pena rencana-Nya bergerak mempertemukan dan mempersatukan kita dalam ikatan halal bertabur keberkahan halal bagi-Nya..
kurasa, biarlah Allah yang menentukan semuanya..
tanpa lelah aku akan menanti, dan yakin bahwa engkaulah yang akan menjemputku.
walau aku belum tau, siapa dirimu..
dirimu adalah sebuah sketsa wajah yang belum tergambar dengan jelas..
sebuah nama yang urutan abjadnya belum terangkai dengan jelas..
sebuah misteri yang masih ada pada genggaman-Nya..
aku akan menanti dengan ketenanganku..
tenangku, bukan berarti diam tanpa arti..
tenangku, bukan berarti hanya menunggu dengan termenung..
namun, ku tenangkan dengan do'a dan tawakal pada Allah SWT..
Aku akan selalu sabar menanti..
walau Aku tak setegar fatimah..
disini, akan selalu ku jaga iffahku sebelum kau jemput..
menjaga hijabku senantiasa terpelihara...
menanti hadirnya dirimu, membuatku banyak belajar..
Belajar tentang kesendirian..
bahwa kesendirianku, bukankah sesuatu yang memalukan.
karna ku tau, dengan kesendirianku itu akan membuatku menjadi lebih terjaga..
karena kesendirianku pula, aku dapat lebih mengenal dan mencintai-Nya..
Belajar tentang kebersamaan..
bahwa kebersamaan yang kini kurasakan, pasti akan berlalu suatu saat nanti.
karena kebersamaanku dengan Orang Tuaku, teman-temanku, bahkan orang-orang yang aku sayangi juga bagian dari siklus kehidupan yang akan berakhir pada waktunya..
Belajar Tentang cinta..
Bahwa cinta-Nya lah yang paling teragung..
karena cinta-Nya lah, aku dapat berdiri dan berada disini hingga detik ini..
dan karena Cinta-Nya lah pula,, kelak kita akan dipertemukan..
Belakar Tentang Kesabaran..
bahwa sabar itu bak seperti menanti lumpur mengendap hingga menghasilkan air yang jernih,
seperti tanah yang merindukan sejuknya tetesan hujan dari langit-Nya..
detik demi detik berlalu..kehadiran dirimu adalah kepastian-Nya yang selalu ku yakini, meski aku tak pernah tau kapan saat indah itu akan tiba..
aku membiarkan saat ini, aku dan dirimu berada dalam genggaman-Nya, penjagaan-Nya,, untuk terus memperbaiki diri, dan saling memantaskan diri satu sama lain...
ku menunggu hingga kelak pena rencana-Nya bergerak mempertemukan dan mempersatukan kita dalam ikatan halal bertabur keberkahan halal bagi-Nya..
Kamis, 20 Desember 2012
BIARKAN DIA DENGAN JALAN CERITANYA
teruntuk aku, kamu, kita, dan kalian semua.
aku bingung. aku bingung harus bagaimana lagi. saat aku terikut alur kalian, maaf jika aku tak sepenuh hati. aku sayang kalian. tp untuk 1 itu, ijinkan aku untuk tidak melakukan sepenuh hati.
dan aku tak ingin persahabatan semua runtuh.
hanya saja, aku tak ingin menambah keburukan-keburukan dimata-NYA.
tapi kurasa itu percuma. tetap saja aku telah melakukan dan mengikuti sebuah judge yang salah, walau hati ini tak sepenuhnya..
saat semua mengembar-gemborkan akan tentang dia.. aku hanya merenung dalam hati. Rasa hati ini miris, terbesit rasa kasihan.
bukannya aku memihak..
Aku tak MEMIHAK siapa-siapa..!!
Alur yang ingin ku lalui, begitu susah untuk ku terjemahkan pada kalian.
bukan juga aku ingin sok suci. tapi, masih ingatkah kalian..?? begitu banyak keburukan yang tercatat oleh-Nya hanya karena kita mengeluarkan 1 judge yang tak benar. apalagi beberapa judge..
kawan, mungkin dia khilaf. atau mungkin dy lupa.
memang benar,yang tertoreh darinya untuk diri kita adalah rasa SAKIT.
tapi, apakah kita harus memperbesar dan menggembor-nggemborkan hal itu di hadapan semua??
setiap manusia pasti tak akan pernah luput dari kesalahan, bahkan Dosa terhadap Yang Maha Kuasa.
kelakuan-kelakuannya, memang terkadang bikin kita jengkel. tapi, apakan kita pernah menyadari? bahwa terkadang kita (tanpa sepengetahuan kita), juga sering membuat teman-teman yang lainnya jengkel terhadap kelakuan kita.
jujur, aku ya juga terkadang sebel akan kelakuannya terhadapku. tapi, aku berusaha tuk sabar dan ikhlas saja. karna aku tak sendiri. masih ada Tuhan. Tuhan lah yang lebih berhak dan tau apa yang harus beliau lakukan untuknya.
lihatlah jari-jari mungil itu. wajah yang mungil dan lucu. begitu bersih dan suci. tak ada dosa satupun padanya.
tegakah kita menyebutnya hal yang tak wajar terhadapnya?
itu TAKDIR.
bukan suatu kesalahan..
mungkin Tuhan telah menggariskan hal seperti itu, da mungkin Tuhan telah memberikan suatu tujuan, mengapa takdirnya seperti itu.
kata-kata
"PENGECUT,, TAK BERPENDIRIAN"
yah, mungkin itu aku..
namun, aku hanya bingung untuk mengungkapkan dan berkata-kata.
sebuah kata2 yang selalu terlontar:
"mungil namun memiliki kekuatan"
pantaskah itu..??
oohh Tuhan.. kenapa justru hati kecil ini yang merasa tersayat-sayat..??
malaikat mungil itu.. dia tak tau menahu akan semua hal yang terjadi.
coba kita renungkan,,
jenis kita sama seperti dy. .
namun, kita masih belum tau...
bagaimana keadaan kita kedepannya..
dan untuk semua, kita masih punya keturunan dan penerus masa depan kita...
Jangan Sampai Tuhan Murka akan sikap dan Kelakuan-kelakuan kita..
Kawan, mungkin rasa Sakit itu memang ada.. Rasa Jengkel itupun ada pada diri kita..
namun,,
BIARLAH DIA DENGAN JALAN CERITANYA...
kita hanyalah sebatas tau saja...
aku bingung. aku bingung harus bagaimana lagi. saat aku terikut alur kalian, maaf jika aku tak sepenuh hati. aku sayang kalian. tp untuk 1 itu, ijinkan aku untuk tidak melakukan sepenuh hati.
dan aku tak ingin persahabatan semua runtuh.
hanya saja, aku tak ingin menambah keburukan-keburukan dimata-NYA.
tapi kurasa itu percuma. tetap saja aku telah melakukan dan mengikuti sebuah judge yang salah, walau hati ini tak sepenuhnya..
saat semua mengembar-gemborkan akan tentang dia.. aku hanya merenung dalam hati. Rasa hati ini miris, terbesit rasa kasihan.
bukannya aku memihak..
Aku tak MEMIHAK siapa-siapa..!!
Alur yang ingin ku lalui, begitu susah untuk ku terjemahkan pada kalian.
bukan juga aku ingin sok suci. tapi, masih ingatkah kalian..?? begitu banyak keburukan yang tercatat oleh-Nya hanya karena kita mengeluarkan 1 judge yang tak benar. apalagi beberapa judge..
kawan, mungkin dia khilaf. atau mungkin dy lupa.
memang benar,yang tertoreh darinya untuk diri kita adalah rasa SAKIT.
tapi, apakah kita harus memperbesar dan menggembor-nggemborkan hal itu di hadapan semua??
setiap manusia pasti tak akan pernah luput dari kesalahan, bahkan Dosa terhadap Yang Maha Kuasa.
kelakuan-kelakuannya, memang terkadang bikin kita jengkel. tapi, apakan kita pernah menyadari? bahwa terkadang kita (tanpa sepengetahuan kita), juga sering membuat teman-teman yang lainnya jengkel terhadap kelakuan kita.
jujur, aku ya juga terkadang sebel akan kelakuannya terhadapku. tapi, aku berusaha tuk sabar dan ikhlas saja. karna aku tak sendiri. masih ada Tuhan. Tuhan lah yang lebih berhak dan tau apa yang harus beliau lakukan untuknya.
lihatlah jari-jari mungil itu. wajah yang mungil dan lucu. begitu bersih dan suci. tak ada dosa satupun padanya.
tegakah kita menyebutnya hal yang tak wajar terhadapnya?
itu TAKDIR.
bukan suatu kesalahan..
mungkin Tuhan telah menggariskan hal seperti itu, da mungkin Tuhan telah memberikan suatu tujuan, mengapa takdirnya seperti itu.
kata-kata
"PENGECUT,, TAK BERPENDIRIAN"
yah, mungkin itu aku..
namun, aku hanya bingung untuk mengungkapkan dan berkata-kata.
sebuah kata2 yang selalu terlontar:
"mungil namun memiliki kekuatan"
pantaskah itu..??
oohh Tuhan.. kenapa justru hati kecil ini yang merasa tersayat-sayat..??
malaikat mungil itu.. dia tak tau menahu akan semua hal yang terjadi.
coba kita renungkan,,
jenis kita sama seperti dy. .
namun, kita masih belum tau...
bagaimana keadaan kita kedepannya..
dan untuk semua, kita masih punya keturunan dan penerus masa depan kita...
Jangan Sampai Tuhan Murka akan sikap dan Kelakuan-kelakuan kita..
Kawan, mungkin rasa Sakit itu memang ada.. Rasa Jengkel itupun ada pada diri kita..
namun,,
BIARLAH DIA DENGAN JALAN CERITANYA...
kita hanyalah sebatas tau saja...
Selasa, 20 November 2012
SABAR DAN IKHLAS
Ku tulis catatan ini ketika aku
sudah mulai tak kuat menahan rasa apa yang sedang berkecamuk dalam hatiku.
moment dimana aku, temen2ku, & Oppa lagi nobar filmnya twilight brking dwn part-2. apa lagi oppa selalu bersamanya..
moment dimana aku, temen2ku, & Oppa lagi nobar filmnya twilight brking dwn part-2. apa lagi oppa selalu bersamanya..
Aku sedih, aku sakit, aku kecewa
dengan semua apa yang aku lihat saat oppa bersamanya. rasanya aku pengen nangis dan ninggalin tuh bioskop. tapi sayangnya aku lg g bawa speda dan harus nebeng temenku. yaah otomatis aku harus nguatin diriku selama film itu diputar.. OH NO... ada yang menyekat dalam tenggorokanku, aku pengen teriak..
Namun, rasanya percuma saja bila aku
berteriak. Pasti tak ada yang faham atas apa yang aku maksud.
Yah, karna aku tak mengumbar kekecewaanku terhadap semua, akan apa yang aku kesalkan tuk moment itu, dan saat itu juga.
Yah, karna aku tak mengumbar kekecewaanku terhadap semua, akan apa yang aku kesalkan tuk moment itu, dan saat itu juga.
Berulang kali aku selalu mecoba tuk
ikhlas dengan apa semua yang ada. Namun, kurasa aku Gagal.
Sakit memang melihat seseorang yang
terpendam di dasar hati kita saat si dianya justru lebih care dan dekat denga
orang lain. Tapi, apa wewenangku..?? aku tak punya wewenang sama sakali, karna
memang aku bukan apa-apa.
Tak ada alasan yang kuat
sedikitpun untuk ku bisa dekat dengannya. Terlebih lagi, sikap yang selalu cuek
dan dingin. Itulah yang membuatku sedikit bertanya-tanya, apa salahku? Namun jika ku fikir-fikir lagi, yaah panteslah jika
dianya cuek. Orang emang g ada apa-apa.
tak apa walau hanya aku yang merasakan saja.
tak sedikitpun keberanian dalam diriku tuk dapat memulainya dulu. mungkin itu juga salah satu faktor dimana aku tak dapat bisa bertegur leluasa. aku memang tak seperti teman-teman wanitaku.
Rasa Jaim'ku mungkin yang terlalu besar juga. aku nggak ingin saja diriku nantinya malah dijauhin. aku hanya bisa mengejar, dan berkecamuk di dalam hati saja..
tak apa walau hanya aku yang merasakan saja.
tak sedikitpun keberanian dalam diriku tuk dapat memulainya dulu. mungkin itu juga salah satu faktor dimana aku tak dapat bisa bertegur leluasa. aku memang tak seperti teman-teman wanitaku.
Rasa Jaim'ku mungkin yang terlalu besar juga. aku nggak ingin saja diriku nantinya malah dijauhin. aku hanya bisa mengejar, dan berkecamuk di dalam hati saja..
Sakiit. Itulah yang kurasa.
Tapi, mengapa justru diriku tak
bisa tuk berpindah haluan??!! Why..Why..Why..
Aku mengingat, katanya
keputusan-keutusan Allah adalah yang terbaik bagiku. Tapi, disaat keputusan-keputusanNya
tak seperti yang aku harapkan, aku kecewa dan hanya bisa menangis.
Memang, Terkadang dengan mudah aku selalu mengucapkan kata-kata Ikhlas. mungkin bukan aku aja, barangkali anda yang membacapun juga pernah sperti aku.
Tapi, apa sih Ikhlas itu sebenernya..??
Tapi, apa sih Ikhlas itu sebenernya..??
Kata-kata Ikhlaslah yang paling sering kita ucapkan ketika kita sedang
berduka atau orang sekitar kita yang sedang berduka.
ketika kita sedih, ikhlas adalah
pilihan yang bijak untuk menguatkan diri kita.
keikhlasan mampu mendamaikan
perasaan, meneduhkan jiwa serta membuka logika untuk kembali berfikir dengan
cerah.
Saat orang disekitarku lagi
sedih akan apa bencana yang terjadi, aku selalu menyuruh mereka untuk ikhlas.
ikhlas, ikhlas, dan ikhlas.
idiiih, dengan mudahnya aku menyuruh mereka ikhlas. padahal aku sendiri masih susah buat ikhlas. apa lagi buat setiap moment yang aku hadepin ini..
idiiih, dengan mudahnya aku menyuruh mereka ikhlas. padahal aku sendiri masih susah buat ikhlas. apa lagi buat setiap moment yang aku hadepin ini..
Akupun sering menguatkan diriku
sendiri dengan kata-kata ikhlas. Aku berusaha menerapkan keikhlasan dalam
diriku. Tapi, apa dengan semua itu? Saat moment seperti itu terjadi, aku
kecewa. Rasanya, Ikhlas menjadi tak berarti di dalam diriku.
Bila aku sakit, aku sedih,dan aku
terluka, terkadang aku cerita ke orang-orang terpilih. Dan hasil akhir dari jawaban mereka adalah Ikhlas.
mereka menyuruhku untuk mengikhlaskan
apapun yang telah terjadi. tapi, selalu aku menyela dengan kata-kata "coba kamu jadi aku"..
Mungkin sedikit berlebihan ketika
hanya hal-hal yang terjadi tak seperti apa yang aku inginkan, dan lalu itu
membuatku down dan tidak bisa ikhlas. tapi itulah kenyatannya, aku tidak bisa
ikhlas atau mungkin belum bisa.
Itulah, yang menjadi sebuah masalah
bagi diriku.
Mungkin mereka bisa mengucapkan
kata ikhlas dengan mudah, tanpa tau gimana rasanya menjadi aku.
saking inginnya aku biar diriku ini bisa ikhlas, aku bela2in beli buku2 yang bersangkutan dengan IKHLAS seperti Quantum Ikhlas & ilmu ikhlas.
diiih mgkin aku terlalu berlebihan yaah..
Disaat aku mulai bosan dengan kata-kata ikhlas, aku belajar untuk mulai mengiklashkan.
diiih mgkin aku terlalu berlebihan yaah..
Disaat aku mulai bosan dengan kata-kata ikhlas, aku belajar untuk mulai mengiklashkan.
aku mencoba serahkan semua kepada Tuhan.
aku yakin semua yang terjadi di dalam
hidup ini sudah menjadi suratan-NYA.
aku mulai mencoba untuk tidak
memikirkannya apa yang telah trjadi.
Namun apa yang terjadi??!! aku
mulai ragu dengan keikhlasanku.
aku mulai menyadari bahwa fikiranku
mulai terganggu.
Terkadang pikiranku berselancar ke
arena yang aku sendiri tak tahu di mana adanya,
sembari bertanya, apakah selama ini aku telah memancangkan rasa ikhlas di dasar
hatiku atau belum??
ketika aku mencoba untuk ikhlas,
namun dalam fikiranku masih terselip suatu harapan agar apa yang terjadi
berubah menjadi apa yang aku inginkan dan kukehendaki.
Apakah itu yang disebut dengan
Ikhlas.??
Aku berfikiran, aku sudah gagal
Untuk menerapkan keikhlasan dalam diriku.
Untuk moment itu, aku mencoba
menguatkan diriku, menahan amarahku. Menahan air mata yang ingin selalu
terurai. Sabaar..Sabaar..Sabaar..
Aku selalu menyuruh diriku sendiri
untuk Sabar dan Ikhlas
IKHLAS selalu dikait-kaitkan dengan
SABAR. Yah, itulah yang selalu aku Berupaya terapkan di dalam diriku. Aku menyuruh
diriku sendiri. hARUS..!!
Seakan didalam diriku sendiri melakukan Pertarungan hebat, agar
Ikhas dan Sabarlah yang menjadi pemenangnya.
Tapi, Aku sendiri bingung. aku
selalu bisa sabar untuk menghadapi apapun yang terjadi dan mau bersabar
menunggu apapun yang belum terjadi dan yang akan terjadi. Dengan itu, secara
otomatis kan berarti aku udh belajar untuk pasrah, dan Ikhlas. Tapi kenapa bila
keadaan yang terjadi tak sesuai dengan keinginanku, aku justru sakit? Sedih?
Apa itukah yang disebut sabar dan
ikhlas????
Ya Allah,, apakah aku sudah Gagal
untuk menerapkan rasa Sabar dan keiklasanku?
Help me...
Selalu aku berupaya tuk mengetahui
jawaban itu. Tentunya, aku bangun disaat semua tengah lelap. Aku ingin berdua
dengan Allah. Ku utarakan semua rasa yang berkecamuk di Hati. Aku ingiN sekali
Allah merubahku agar aku memahami dan bisa menerapkan ilmu Ikhlas dan Sabar.
Rasanya untuk diriku dan dirinya,
tak pernah ada waktu yang tepat. Karna itu memang tak ada alasan tuk kita bisa
saling bertegor sapa dengan leluasa.
Yaah, aku hanya bisa menunggu apa
yang akan terjadi kelak.
Kadang fikiranku lelah. Namun,
hatiku selalu ingin mencoba untuk tetap.
Aku tak ingin kata “MENYERAH”
terbesit di dalam fikiranku.
KeSabaranlah Kuncinya.. yaah.. moga aku BISA...!!!!
Aku terus belajar dan berusaha
keras untuk dapat menerapkan keikhlasan dengan apapun yang terjadi di dalam diriku.
Yaa,, Ikhlas= berserah diri pada Allah
SWT.
Aku akan SABAR menunggu,
dan semoga aku akan bisa IKHLAS
dengan apa yang akan terjadi nantinya..
Semoga...
Tolong Bimbing aku Ya Allah...
dan adaikan bila bahagianya bersama cinta yang lain, biarlah akan ku relakan.. dan mungkin semua akan tetap aku pendam di dalam HATI saja..
Tuhan, Bila saat yang telah kau tentukan tiba,.. smoga aku mendapatkan yang lebih baik dari yang terbaik.. smoga hatiku bisa Lapang tuk semuanya..
Amiiin..
dan adaikan bila bahagianya bersama cinta yang lain, biarlah akan ku relakan.. dan mungkin semua akan tetap aku pendam di dalam HATI saja..
Tuhan, Bila saat yang telah kau tentukan tiba,.. smoga aku mendapatkan yang lebih baik dari yang terbaik.. smoga hatiku bisa Lapang tuk semuanya..
Amiiin..
Minggu, 18 November 2012
Kesetiaan HACHIKO
pertama aku liat cover di film “HACHIKO” ini aku
merasa, film apa sih ini.. aku menganggap aneh.. Tapi, aku salah. Aku
bener-bener salah. Film ini BAGUS BAANGEEETTT... -_-
film yang dimainkan olen Richard Gere ini,
mengisahkan persahabatan antara manusia dengan seekor Anjing. kisah ini merupakan
kisah asli yang diambil dari kisah nyata berasal dari Tokyo, dimana kisah
seseorang profesor bersahabat dengan piaraan anjingnya yang sangat setia. Nama
anjingnya memang HACHIKO, hachiko ini merupakan seekor anjing jantan jenis
Akita Inu kelahiran ลdate, Prefektur Akita.
Di dalam film HACHIKO ini, Richard gere berperan
sebagai Profesor Parker Wilson. Saat tengah perjalanan pulang dari kerjanya, dia
menemukan seekor anjing kecil di stasiun. dia yang mengetahui bahwa istrinya
Cate Wilson pasti tidak mau jika harus mengurus seekor hewan peliharaan (
Hachiko ), akhirnya dia berusaha untuk memberikannya pada teman2nya tetapi sama
seperti istri beliau, teman2nya tidak ingin mengurus hewan peliharaan itu.
sampai pada suatu hari prof pergi ke rumah sahabatnya, profesor berfikir
mungkin saja sahabatnya ini akan bersedia mengurus hachiko, namun sahabatnya justru
menolak tawaran tersebut karena, hewan tersebut sudah memiliki majikan yakni
Profesor sendiri. Nama Hachiko sendiri di ambil dari simbol kalung ( angka 8 )
yang terdapat di kalung anjing tersebut. angka 8 berarti Hachi, yang aku pernah
baca artikel terkait tentang Hachiko ini merupakan keberuntungan bagi orang-orang
Jepang.
Setelah itu Parker akhirnya mengambil keputusan
bahwa dia harus mengurus anjing tersebut, namun istrinya tetap saja tidak ingin
mengurus anjing tersebut, sampai-sampai istri Parker membuat poster untuk di
pasangkan di berbagai tempat. Aku sempet sebel ma istrinya ini.. -,-
Pada suatu hari datanglah putri Prof. Parker Wilson
yang bernama Andy Wilson, saat istri dan anak Prof Parker (andy) berbicang di
dapur sambil menyiapkan makanan, tanpa sengaja Andy melihat ayahnya sedang
melatih Hachiko untuk mengambil bola
namun tetap saja hachiko tidak bisa mengambil bola tersebut, karena Hachiko
bukan merupakan tipe anjing yang bisa bermain bola, Parker teringat kata-kata
sahabatnya yang mengataka bahwa "Hachiko tidak bisa bermain bola / tidak
bisa mengambil bola kecuali jika ada alasan yang pasti", dengan senyuman
Andy memberitahukan apa yang dilakukan oleh ayahnya itu kepada ibunya. Ibunya
hanya mengatakan "Ayahmu mungkin Gila". Jujur aku sebel banget deh ma
istrinya ntu..masak hanya karena memelihara anjing, udah dikatain gila.. uugh!
Andy melihat ayahnya yang lagi asik melatih Hachiko,
dan Andypun ikutan tuk main bersama Hachiko. Dan ketika itu, istri Parker yang
lagi di dlam rumah mengangkat telepon dari suatu keluarga yang memberitahukan
bahwa mereka adalah pemilik Anjing tersebut. Tapi, mungkin karena melihat
kebahagiaan putrinya dan suaminya itu, ahirnya Cate memberitahukan kepada
penelepon tersebut bahwa anjing yang mereka maksud sudah ada yang mengambil.
Batinku, naah gitu donk. Aku jadi g benci ma istri Parker.. hehe
Pada saat Parker hendak pergi untuk mengajar, namun
hachiko mengikuti Parker sampai ke stasiun, Parker berusaha menyuruh agar Hachiko
tidak mengikutinya, tapi tetap tetap saja Hachiko mengikutinya sehingga
menyebabkan Parker Harus ketinggalan kereta. Parker mengantar hachiko kembali
kerumah dan kembali ke stasiun. ketika Parker pulang dari tempat mengajar, Parker
melihat Hachiko sudah menunggu di depan Stasiun, Parker dengan kagetnya
bertanya kepada temannya "Apakah Hachiko dari tadi diam disini",
temannya menjawab "dia baru datang 5 menit yang lallu", Parker
bertanya lagi "Apakah dia datang dengan Cate" temannya menjawab
"Aku tidak melihatnya". Prof Parkerpun kembali ke rumahnya dengan
perasaan bingung, sekaligus senang.
Keadaan seperti itupun terus terjadi berulang-ulang setiap harinya,
yakni Hachiko mengantarkan Prof ke stasiun dan pas waktu kembali Hachiko selalu
menunggu Prof di stasiun setiap sebelum jam 5.
Namun suatu ketika, ntah kenapa Haciko tak ingin bila Parker pergi
Bekerja. Hachiko terus menggonggong. Namun, Parker tak menghiraukannya. Parker
tetap pergi ke Stasiun untuk bekerja. Hachikopun tetap menggonggong dan
mengikuti Parker Sampai Stasiun. Namun Parker tetap tak menghiraukan Hachiko. Setiba
di tempat bekerjanya, saat Parker sedang Asik mengajar, tiba-tiba mendadak dia
terserang jantung dan akhirnya meninggal di kelas.
Di Stasiun, Hachiko yang menunggu kepulangan Parker, tak sekalipun
melihat kedatangan majikannya itu. Namun, Hachiko tetap menunggu setiap harinya
untuk kepulangan Parker, majikannya. Bertahun-tahun Hachiko menanti Kepulangan
Paerker. Namun, tetaP saja hasilnya Nihil. Orang-orang disekitar yang
melihatnya merasa terharu, dan memberinya makanan. Namun, Hachiko enggan tuk
memakannya. Dan hingga pada akhirnya, Hachiko mati karena umurnya yang sudah
tua dan kelaparan.
Huaa aku pengen nangis liat nih film.. walau berulang-ulang aku putar,
tak ada sedikitpun rasa bosan. Yang ada, setiap ngeliat pasti nangis..
Aku jadi inget Anjing Piaraan Eyang Paklik kakungku yang mirip banget
ma Hachiko. DINO Namanya. Saat itu aku masih di bangku SD. Mirip banget ma
HACHIKO. Setiap aku bermain ke rumah eyangku, DINO selalu menyambutku. Aku
sayang ma dia. Tapi setelah Aku SD klas 6, aku kaget bercampur rasa sebel. DINO
meninggal, DINO diracun oleh tetangga baru Eyangku. Saat dikabarin kalo DINO
meninggal, aku dan orang rumahku langsung beranjak pergi ke rumah eyangku.
Ngeliat mayatnya, rasanya ngenes banget T,T. Matanya udah g melek. Saat Kakinya
ku pegangpun udh nggak ada otot untuk nahan. Yaaa, lembek nggak bertenaga sama
sekali. Berbeda saat aku bermain degan dia, setiap ku angkat kakinya, serasa
berat dia menahan.. Ahirnya, DINOpun kami kubur di belakang rumah eyangku.
Semenjak dino meninggal, setiap aku ke rumah eyangku rasanya jadi sepi
banget. Tak ada lagi gonggongan dino. Dan ibuku menyarankan tuk membeli anak
anjing baru. Setelah itu, eyangku membeli 3 anak anjing. Lucu-lucu sih, tapi
kenapa aku g suka banget ma mereka.. benar saja, yg ada anjing-anjing itu
berbeda jauh dengan DINO. Mereka nakal-nakal. Dan eyangku memutuskan tuk menjual
lagi tuh anjing. Dan hingga saat ini, kami enggan tuk membeli anjing lagi.
Rasanya, sulit sekali mencari Anjing seerti Dino. Kami semua bener-bener
ngerasa kehilangan DINO.
Good bye DINO... -,-
Minggu, 11 November 2012
panggil aku dengan namaku
Dia seorang anak remaja . Albert namanya. Nama yang bagus. Nggak Cuma orang-orang sekitarnya yang mengatakan bagus.
Akupun mengakuinya.
Namun
orang-orang sekitarnya selalu memanggil dia dengan sebutan nama ‘KOKO’. Yaa, hanya sebagai menghormatinya karena wajah dia
memang seperti orang cina. Semua keluarganyapun juga membiasakan memanggil dia
dengan sebutan ‘koko’ sejak saat dia kecil.
‘koko..koko..”
sahabatnya memanggil dia.
Albert
hanya meringis dan tersenyum saja. Namun, dalam hati dia berontak. Albert
sedikit sebal bila teman-temannya memanggil dia dengan sebutan ‘koko’, apalagi
itu sahabatnya sendiri. Tapi anehnya, jika keluarganya yang memanggil dia ‘koko’,
dia justru senang.
Why...???.
Aneh.
Memang
Aneh menurutku. Sebutan ‘koko’ kan hanya
embel-embel saja. Dengan panggilan ‘Koko’, juga lebih terlihat sopan untuk memanggilnya.
Dari pada namanya saja yang diucapkan, itu rasanya seolah seperti ‘njambal/
nggak memiliki aturan’ tepatnya –ngelamak- itu kata orang jawa.
Yaaah,,setiap orang memang
berbeda-beda. Ada yang menurut dia indah tetapi menurut orang lain jelek. Dan juga,
ada yang menurut orang lain indah, tapi menurut dia jelek.
Dan itu yang aku lihat dari Albert.
Memang, sahabatnya menganggap panggilan ‘koko’ itu baik. Namun, jika Albert yang
bersangkutan merasa nggak nyaman, ya mau diapakan lagi.
Di
sela-sela aku bertanya. mengapa dia sebel banget dipanggil ‘koko’ oleh
sahabatnya? Apakah rasa sebal itu juga ada terhadap keluarganya yang bahkan
telah memanggil dia ‘koko’ semenjak kecil??.
Albert
hanya menggelengkan kepalanya. Dia hanya sebal jika panggilan ‘koko’ itu
terlontar dari sahabatnya. Setelah aku tau alasannya, rasanya aku ingin ketawa
cekikikan. Tapi aku tahan.
Gimana
nggak lucu, alasannya simpel banget. Kalo teman-teman atau sahabatnya yang
menggil ‘koko’, dia ngerasa seolah dia paling
tua sendiri. Tapi kalo keluarganya yang manggil ‘koko’, dia merasa dianak
emaskan.
Aku
hanya bisa geleng-geleng kepala. :D
Aku turutin saja apa yang Albert
mau. Yaa,, Hanya memanggilnya dengan sebutan Albert saja. Sejak saat itu, aku
nggak berani lagi manggil dia dengan embel-embel ‘koko’ didepan namanya.
Aku
sih ok-ok saja kalo nggak manggil ‘koko’. Tapi, gimana ama temen-temen dan
sahabatnya? Mereka kan nggak bakalan tau gimana rasanya hati Albert kalo mereka
tetap saja memanggil Albert dengan embel-embel ‘koko’. Sedangkan Albert tak
pernah berani untuk menegur sahabatnya. Dia takut, nanti para sahabatnya akan
pergi jika dia menegur para sahabat-sahabatnya.. gemes juga deh ma Albert, dia
hanya melampiaskan kekecewaan hatinya hanya pada tulisan-tulisan di dinding
kamarnya
*sabaar ya dek Albert..*
Moga Aja sahabatmu secara nggak sengaja, ngebaca Tulisanku ini. dan
mereka bisa mengerti gimana rasanya hatimu.. :)
Kuharap, kedepannya sahabatmu nggak
lagi manggil kamu dengan embelan ‘koko’ :)
Selasa, 06 November 2012
perbedaan bukanlah penghalang
“nggak
ada manusia yang sama di dunia ini. Semuanya pasti berbeda-beda, dan memiliki
kekhasan masing-masing dari mereka. Jadi wajarkah jika dalam pergaulan kita
bertemu dengan orang-orang yang berbeda karakter, sifat, opini, dan tingkah
laku”
Kadang kita sering merasa nggak
cocok dengan apa yang ada di sekeliling kita. Disitulah perbedaan-perbedaan
diantara kita masing-masing muncul, dan justru hal tersebutlah yang menjadi
penghalang bagi kita untuk dapat berinteraksi dengan sesama, karena banyak
perbedaan, yang awalnya kecil malah di besar-besarkan, hingga menjadi konflik
yang merenggangkan persahabatan.
Jangan
menilai orang dari luarnya dong sob.. kadang, kita selalu melihat penampilan di awalnyanya saja.
Tapi,
susah juga sebagai anak remaja seperti kita mengikuti kata-taka tersebut.
karena di dunia ini , penampilan masih menjadi patokan. Biasanya, semakin
kinclong dan semakin bagus/ wah penampilan luar seseorang, mereka yang lainnya
akan dengan langsung merespons karena tertarik atau bahkan suka. Padahal
penampilan seseorang nggak mutlak mencerminkan kebaikan hatinya. Banyak fator
penting selain penampilan yang lebih menentukan baik-nggaknya penampilan
seseorang. Yaitu hati, ketulusan, sifat, dan moral.
Hai
kawan,,, looks can deceive.. Jangan
tertipu dengan bungkus luar seseoang, seekarang adalah jamannya menilai ‘bobot’
seseorang dari sikap dan perbuatannya.
ada juga Prasangka-prasangka
buruk biasanya muncul dari kondisi hati yang curiga. Hello, plis ya ilangin Prasangka burukmu padaku ataupun pada yang lainnya.. :)
Ada seorang ulama yang bernama Imam Sufyan Ats-Tsauri, mengatakan bahwa prasangka itu ada dua jenis. Yaitu prasangka yang ditampakkan melalui ucapan atau tulisan dan prasangka yang hanya disimpan di dalam hati dan tak di ungkapkan. Walau bobot keduanga berbeda, namun sama saja buruknya karena kalo seseorang menyimpan prasangka buruk dalam hatinya, cepat atau lambat hal itu bisa berkembang melalui ucapan, tulisan, dan tindakan. Jadi, semua prasangka negatif, awalnya bermula dari dalam hati kita. Dan ini harus ‘dihindari’. Memiliki prasangka negatif nggak ada manfaatnya sob.. karena akan menghambat kita dalam mengenal dan akrab dengan orang lain.
Ada seorang ulama yang bernama Imam Sufyan Ats-Tsauri, mengatakan bahwa prasangka itu ada dua jenis. Yaitu prasangka yang ditampakkan melalui ucapan atau tulisan dan prasangka yang hanya disimpan di dalam hati dan tak di ungkapkan. Walau bobot keduanga berbeda, namun sama saja buruknya karena kalo seseorang menyimpan prasangka buruk dalam hatinya, cepat atau lambat hal itu bisa berkembang melalui ucapan, tulisan, dan tindakan. Jadi, semua prasangka negatif, awalnya bermula dari dalam hati kita. Dan ini harus ‘dihindari’. Memiliki prasangka negatif nggak ada manfaatnya sob.. karena akan menghambat kita dalam mengenal dan akrab dengan orang lain.
Tau
ngaak sob, terkadang kita cenderung berkelompok dengan sesama kita yang
memiliki banyak kesamaan dengan kita. Nyadar nggak, kalo kita berteman hanya
dengan itu-itu saja, tanpa memandang dan berteman baik dengan yang lainnya.
Semua
itu pasti kita anggap normal ,bergaul atau berteman dengan orang yang memiliki
kesamaan dengan kita, karena tentu kita merasa nyaman dan kita nggak ngerasa
terintimidasi.
Sebenarnya
itu adalah masalah, Yang ngebuat kita nggak mau berteman atau bergaul dengan
orang yang berbeda atau malah menghaikimi seseorang hanya karena perbedaan.
Memang sih, kita bebas memlih maubersikap positif ataupun negatif terhadap
situasi orang-orang tertentu. Tapi nggak segitu-gitunya kali. Jangan sampai
melihat yang agak lain dikit, kita udah men-Judge.
Sadar
nggak, kalo sebenernya kita sering banget menghakimi orang lain karena hal-hal
remeh? Kayak dari cara bicara seseorang yang aneh, cara seseorang bersikap yang
menurut kita terlalu berlebihan, cara berpakaian seseorang yang so-Last-year
(jadul). Nggak jarang juga kan, kita menilai seseorang berdasarkan Tampang,
pupolaritasnya, kekayaan orang tua, dan status ke-gaul-annya. Padahal penilain-penilaian itu semua kita bisa salah
100%. Hanya karena seseorang yang pergaulannya nggak up to date dengan fasion ataupun hal-hal lainnya, belum tentu lho
dia kuno & nggak asik. Dan belum tentu juga orang yang jago ngomong dan
pintar mengolah kata-kata adalah orang yang pintar dan tulus. Seringkali, kita
menilai seseorang Cuma berasal dari pengamatan yang sepintas atau sekilas saja,
tanpa pernah mau ngomong atau mengenal orang itu terlebih dahulu. Padahal,
tampilan luar seringkali bisa berbeda 180ยบ lho, sama inside every person.
Kita
nggak suka kan, kalo dihakimi ma orang lain? So,, plis jangan suka menghakimi
orang lain juga ya... :)
Sob, jangan semaunya sendiri ya.. Tau kan sob, kita semua pasti dikaruniai akal untuk berfikir, dan pengalaman hidup yang
berbeda-beda. Maka nggak mungkin opininya sama semua. Kita berhak untuk suka
atau nggak suka dengan opini orang. Tapi kita nggak boleh ngotot yaa dengan
opini kita karena mengemukakan pendapat juga ada ‘etikanya’. Kita tidak suka
terhadap opini orang, bukan berarrti pilihan opini kita yang terbaik lho ya..
yang ada, hanya berbeda :).
Nah, setelah aku baca dari beberapa literatur biar perbedaan itu nggak ampe berujung ke sebuah masalah yang besar, ada
trik-triknya nih..
- Kalo kita beda pendapat ma
orang lain, so tetaplah kita berargumen ‘n berdiskusi dengan kepala dingin
ya..
- Kita harus siap menerima umpan
balik dan resiko dari apapun yang kita sampaikan. OK..?? kalo argumen kita
direspons positif, itu bagus. Tapi kalo argumen kita malah diprotes, tetep
‘cool’ aja ya, ‘n jangan terpancing.
- Sob, keluarin saja argumen-argumen yang pengen kamu keluarin. Tapi, dengan bahasa yang jelas n santun. Inget sob, jangan nyisipin kata-kata kasar yang bisa menyinggung ya.. :)
- Kalo kita mengkritik orang
lain, boleh-boleh aja si sob.. Tapi, jangan sampai salah kaprah n
menghina/ mencela ya,. Coz, hinaan atau celaan yang kita lontarkan, sama
aja kita menghakimi dianya. Dan malah beda dengan kritik yang tujuannya
membangun.
***
menurut buku penuntun Pergaulan, Ada beberapa hal nih yang harus bisa kita buang jauh-jauh.. antaranya:
Memandang orang dengan
sebelah mata. Kadang, penyakit yang seperti meremehkan
inilah yang bikin kita nggak tertari atauun males yang namanya buat bergaul. Kita
kalo bisa jgan seperti ini ya, atau punya kebiasaan seperti ini ya.. karena
kita nanti malah di bilang ‘bagai katak dalam tempurung’ yang nggak mau
mengakui kelebihan yang dipunya orang lain, dan nggak mau ngeliat kekurangan
yang justru kita miliki sendiri.
keburu memvonis orang. Aduuh, banyak orang berpikiran kalo menemukan
orang yang bersalah maka mereka selalu harus dicela ataupun ditegur dengan
keras. Jangan ya.. :) Ayolah... beri kesempatan kedua buat orang yang bersalah itu. Toh semua orang
pasti nggak luput dari kesalahan kan.. termasuk kita juga.
mengingat kesalahannya.
Kita
sebagai manusia yang baik pliis jangan mengingat-ingat kesalahannya. apa
salahnya kita mencoba memberi maaf terhadap kesalahan orang lain. Nggak usah
memperkeruh keadaan dengan mengungkit-ngungkit kesalahan ataupun kekurangan
yang dimiliki orang, apalagi didepan orang lain. Yang ada, nanti malah kita lho
yang di cap jelek.
Membatasi pergaulan. Kita
jangan ampe membatasi pergaulan hanya dengan orang-orang yang kita anggap se-Level
atau sebanding dengan kita karena kita akan merasa ‘tinggi’, dan memvonis
orang-orang tertentu lebih ‘rendah’. Coba kita renungkan sejenak, dan bertanya
pada diri kita. Pernahkah kita bergaul dengan anak pembantu kita, ataupun anak
yang menegan ke bawah? dan atau hanya kita bergaul dengan anak-anak orang
kaya?. Duuh jangan ampe ya kita bersikap manis hanya keada orang-orang kaya,
tetapi bersikap acuh dan judes pada orang-orang yang ‘nggak punya’, sehingga
mereka merasa minder dan menjada jarak. By doing that, kita sudah menyinggung
perasaan orang lain secara nggak sengaja kita udah ngebuat ‘Gap’ sosial dengan
kesombongan kita.
satu lagi nih, yang harus kita terapkan dan praktekkan sehari-harinya, adalah dimana kita
harus memiliki prinsip dasar dalam pergaulan, yakni bagaimana kita membangun komunikasi dengan orang lain.
Untuk itu, kita harus memperhatikan sikap dan manner-kita.
Pepatah
bilang, “tak kenal maka tak sayang”. Agar kita terhindar persepsi negatif
tentang seseorang, maka kenalilah dahulu orang itu. Dan dari situ, kita pasti
tau apakah persepsi kita pada awalnya terhadap orang itu benar atau salah. Setelah
kita kenal, maka kita dapat menilai, memahami, dan memutuskan pantas nggaknya
dia dijadikan teman, ataukah harus dijauhi..
‘Berfikir
Positif”. ayolah, selalu berbaik sangkalah.. jangan harap deh.. kita bakal bisa
selalu ceria kalo pikiran kita sendiri dipenuhi dengan prasangka-prasangka
buruk terhadap orang lain. Bisa-bisa kita malah akan selalu hidup dalam
kecurigaan dan ketakutan.. :p
Kita
jangan membatasi dii kita dengan siapapun ya, bergaullah dengan siapa saja. Karena
dengan membatasi diri, itu berarti sama saja kita membatasi dan menutup diri
dari ‘ILMU dan KESEMPATAN’. Siapa tau, kita malah akan bertemu dengan jodoh
kita. Karena jodoh kita ada di sekitar kita lho, Hehehe.
Tunjukkan
kepedulian kita pada orang lain.. dengarkan apa yang dia utarakan, jagan sok
acuh ya sob. Misalnya bila ada seorang yang ingin curhat ataupun menyampaikan
kegembiraannya. Usahakan seolah kita ntu tertarik banget ma cerita-certia yang
dia utarakan. Beri pertanyaan-pertanyan bila dia sedang memberi jeda dalam
pembicaraannya. Agar orang itu seneng, dan ngerasa ceritanya nggak sia-sia bila
dia caritakan pada kita. Dan itu, pasti dia ngerasa akan lebih nyaman, dan
nggak akan bosen menceritakan segala argumen yang ingin dia sampaikan. Dan pastinya
kita menganggapi dengan seperti itu, bukan karna hanya biar dia nganggap kita
baik lho ya. Pastikan itu semua tulus dari dalam hati kita :)
Yaaah,,
dari semua itu, smoga kita bisa memiliki banyak teman, nggak ada lagi Gap ataupun
perbedaan. Karna kita sebagai, Bangsa Indonesia Yang Berbineka Tunggal Ika “meski
berbeda, tetapi tetap Satu”. Jangan Ada Lagi Permusuhan ataupun Kebencian yaa :)
Minggu, 04 November 2012
avalokitesvara bodhisattva
sedikit ajaran welas Asih yang membuatku tertarik. dalam tulisan-tulisannya mengandung makna yang mendalam, dan dapat di jadikan renungan.
memang, ajaran welas Asih avalokitesvara bodhisattva ini bukan berasal dari agamaku. tetapi, aku hanya menyukainya saja.
ada sedikit kalimat-kalimat yang membuatku kagum. dan itu, dapat ku jadikan pedoman pedoman hidup.. :)
orang yang baik, walaupun rejeki belum tiba, tapi bencana telah menjauhinya.
orang yang jahat, walaupun bencana belum tiba, tetapi rejeki telah menjauhinya.
Berbuat kebajikan pasti mendapatkan kejayaan. bila sudah berbuat kebajikan, tetapi masih belum juga jaya, dikarenakan dirinya atau para leluhurnya masih mempunyai sisa karma. bisa karma sudah ditebus pasti mendapat kejayaan.
Berbuat kejahatan pasti akan mendapat malapetaka. kalau berbuat kejahatan tetapi tidak mendapat malapetaka, dikarenakan dirinya atau para leluhurnya sudah menumpuk pahala. bila pahala sudah habis akan mendapatkan malapetaka.
dari kalimat-kalimat itu, sebaiknya kita sebagai manusia janganlah berbuat segala macam kejahatan dan Berbuatlah kebajikan untuk sesama kita, agar kita selalu didekatkan pada kebahagian, ketenangan, dan Dijauhkan dari malapetaka..
Sabtu, 03 November 2012
indahnya kebersamaan
aku bahagia mempunyai sahabat-sahabat yang baik, pengertian, dan selalu ada satu sama lain.. mereka adalah sahabat- sahabatku SMA. kami berjumlah 7 orang. dan kami sepakat memberi nama pertemanan kami dengan sebutan DF. DF kami pilih, karena itu merupakan sebuah singkatan. DF (d' Family Gank). tentunya, bukan gank-gank yang nakututin kayak di tv-tv loh.. :p
hari-hari d SMA, kami lalui dengan kebahagiaan. kami selalu ber-7. sampai-sampai guru-guru hafal dengan kami. diantara kami ber-7, hanya Alfinlah yang cow. tapi itu gak membuat kita membedakan atau membatasi pergaulan dengan cowok. karna Alfin sendiri, sedikit terbawa atau lebih dominan sering membahas apa yang dibahas oleh para cewek.. :p
tiba saat akan lulus, kami sedikit sedih. karena rencana studi kali merbeda-beda. aku diterima di Fakultas pertanian Universitas Jember. 3 sahabat-sahabatku diterima di universitas Jember juga namun dengan Fakulta yang berbeda-beda. walau 1 universitas, namun tak memprediksikan kita untuk dapat sering bertenu. Alvin yang paling kita sayang di komunitas kami, harus melanjutkan studynya di Brwijaya Malang.
aku sedikit penat, karena study yang akan aku jalani tidak sesuai dengan minat dan keinginanku. itu semua pilihan orang tuaku. lagi-lagi dalam ini aku tak dapat mengkreasikan apapun yang ingin aku utarakan. tapi, aku akan mencoba menjalani semua ini.
sebelum kami sibuk masing-masing dan takut tidak akan bertemu agak lami, kami berencana untuk bersenang-senang ke pantai..
yeaaahhh.... PAPUMA.... sebuah pantai yang ada di selatan kota jember. disana, kami bersenang-senang. dan sedikit menghilankan penat yang ada dalam diriku. sahabat-sahabatkupun mengerti akan apa yang aku rasakan. mereka hanya bisa mensuportku dan berusaha menghiburku. dengan itu, sedikit demi sedikit aku bisa menghilangkan sara penatku..
kalo inget dulu, aku pengen ketawa.. walau di sekolah, kita selalu g lupa untuk eksis. dikit-dikit foto, dan itu yang kadang bikin guru gemes ma kita-kita. :p
lucunya, malah yang mau motoin kita-kita adalah salah satu Guru kimia, yaitu Bu Meli. Bu meli guru Idolaku.. :)
waktu itu, bu meli g sengaja lewat, saat kita-kita sedang asik berfoto-foto. akhirnya, bu Meli malah minta untuk memoto kita, dengan syarat kita harus megang HP, seolah kita lagi promosi HP. hahaha, nggak tau itu hukuman atau apa, mungkin Hukuman karna kita suka berfoto-foto di sekolah..
LUPH IU my Frends... :* ^-^
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

