Halaman

Selasa, 20 November 2012

SABAR DAN IKHLAS

Ku tulis catatan ini ketika aku sudah mulai tak kuat menahan rasa apa yang sedang berkecamuk dalam hatiku.
moment dimana aku, temen2ku, & Oppa lagi nobar filmnya twilight brking dwn part-2. apa lagi oppa selalu bersamanya.. 
Aku sedih, aku sakit, aku kecewa dengan semua apa yang aku lihat saat oppa bersamanya. rasanya aku pengen nangis dan ninggalin tuh bioskop. tapi sayangnya aku lg g bawa speda dan harus nebeng temenku. yaah otomatis aku harus nguatin diriku selama film itu diputar.. OH NO... ada yang menyekat dalam tenggorokanku, aku pengen teriak..
Namun, rasanya percuma saja bila aku berteriak. Pasti tak ada yang faham atas apa yang aku maksud. 
Yah, karna aku tak mengumbar kekecewaanku terhadap semua, akan apa yang aku kesalkan tuk moment itu, dan saat itu juga.
Berulang kali aku selalu mecoba tuk ikhlas dengan apa semua yang ada. Namun, kurasa aku Gagal.

Sakit memang melihat seseorang yang terpendam di dasar hati kita saat si dianya justru lebih care dan dekat denga orang lain. Tapi, apa wewenangku..?? aku tak punya wewenang sama sakali, karna memang aku bukan apa-apa.

Tak ada alasan yang kuat sedikitpun untuk ku bisa dekat dengannya. Terlebih lagi, sikap yang selalu cuek dan dingin. Itulah yang membuatku sedikit bertanya-tanya, apa salahku? Namun  jika ku fikir-fikir lagi, yaah panteslah jika dianya cuek. Orang emang g ada apa-apa.
tak apa walau hanya aku yang merasakan saja.
tak sedikitpun keberanian dalam diriku tuk dapat memulainya dulu. mungkin itu juga salah satu faktor dimana aku tak dapat bisa bertegur leluasa. aku memang tak seperti teman-teman wanitaku.
Rasa Jaim'ku mungkin yang terlalu besar juga. aku nggak ingin saja diriku nantinya malah dijauhin. aku hanya bisa mengejar, dan berkecamuk di dalam hati saja.. 

Sakiit. Itulah yang kurasa.

Tapi, mengapa justru diriku tak bisa tuk berpindah haluan??!! Why..Why..Why..
Aku mengingat, katanya keputusan-keutusan Allah adalah yang terbaik bagiku. Tapi, disaat keputusan-keputusanNya tak seperti yang aku harapkan, aku kecewa dan hanya bisa menangis.

Memang, Terkadang dengan mudah aku selalu mengucapkan kata-kata Ikhlas. mungkin bukan aku aja, barangkali anda yang membacapun juga pernah sperti aku. 
Tapi, apa sih Ikhlas itu sebenernya..??
Kata-kata Ikhlaslah yang  paling sering kita ucapkan ketika kita sedang berduka atau orang sekitar kita yang sedang berduka.
ketika kita sedih, ikhlas adalah pilihan yang bijak untuk menguatkan diri kita.
keikhlasan mampu mendamaikan perasaan, meneduhkan jiwa serta membuka logika untuk kembali berfikir dengan cerah.
Saat orang disekitarku lagi sedih akan apa bencana yang terjadi, aku selalu menyuruh mereka untuk ikhlas. 

ikhlas, ikhlas, dan ikhlas.

idiiih, dengan mudahnya aku menyuruh mereka ikhlas. padahal aku sendiri masih susah buat ikhlas. apa lagi buat setiap moment yang aku hadepin ini..

Akupun sering menguatkan diriku sendiri dengan kata-kata ikhlas. Aku berusaha menerapkan keikhlasan dalam diriku. Tapi, apa dengan semua itu? Saat moment seperti itu terjadi, aku kecewa. Rasanya, Ikhlas menjadi tak berarti di dalam diriku.

Bila aku sakit, aku sedih,dan aku terluka, terkadang aku cerita ke orang-orang terpilih. Dan hasil akhir dari jawaban mereka adalah Ikhlas.
mereka menyuruhku untuk mengikhlaskan apapun yang telah terjadi. tapi, selalu aku menyela dengan kata-kata "coba kamu jadi aku".. 

Mungkin sedikit berlebihan ketika hanya hal-hal yang terjadi tak seperti apa yang aku inginkan, dan lalu itu membuatku down dan tidak bisa ikhlas. tapi itulah kenyatannya, aku tidak bisa ikhlas atau mungkin belum bisa.
Itulah, yang menjadi sebuah masalah bagi diriku.
Mungkin mereka bisa mengucapkan kata ikhlas dengan mudah, tanpa tau gimana rasanya menjadi aku.

saking inginnya aku biar diriku ini bisa ikhlas, aku bela2in beli buku2 yang bersangkutan dengan IKHLAS seperti Quantum Ikhlas & ilmu ikhlas. 
diiih mgkin aku terlalu berlebihan yaah..

Disaat aku mulai bosan dengan kata-kata ikhlas, aku belajar untuk mulai mengiklashkan.
aku mencoba serahkan semua kepada Tuhan.  aku yakin semua yang terjadi di dalam hidup ini sudah menjadi suratan-NYA.
aku mulai mencoba untuk tidak memikirkannya apa yang telah trjadi.
Namun apa yang terjadi??!! aku mulai ragu dengan keikhlasanku.
aku mulai menyadari bahwa fikiranku mulai terganggu.
Terkadang pikiranku berselancar ke arena yang aku sendiri tak tahu di mana  adanya, sembari bertanya, apakah selama ini aku telah memancangkan rasa ikhlas di dasar hatiku atau belum??
ketika aku mencoba untuk ikhlas, namun dalam fikiranku masih terselip suatu harapan agar apa yang terjadi berubah menjadi apa yang aku inginkan dan kukehendaki.
Apakah itu yang disebut dengan Ikhlas.??
Aku berfikiran, aku sudah gagal Untuk menerapkan keikhlasan dalam diriku.

Untuk moment itu, aku mencoba menguatkan diriku, menahan amarahku. Menahan air mata yang ingin selalu terurai. Sabaar..Sabaar..Sabaar..
Aku selalu menyuruh diriku sendiri untuk Sabar dan Ikhlas

IKHLAS selalu dikait-kaitkan dengan SABAR. Yah, itulah yang selalu aku Berupaya terapkan di dalam diriku. Aku menyuruh diriku sendiri. hARUS..!!
Seakan didalam diriku sendiri melakukan Pertarungan hebat, agar Ikhas dan Sabarlah yang menjadi pemenangnya.
Tapi, Aku sendiri bingung. aku selalu bisa sabar untuk menghadapi apapun yang terjadi dan mau bersabar menunggu apapun yang belum terjadi dan yang akan terjadi. Dengan itu, secara otomatis kan berarti aku udh belajar untuk pasrah, dan Ikhlas. Tapi kenapa bila keadaan yang terjadi tak sesuai dengan keinginanku, aku justru sakit? Sedih?
Apa itukah yang disebut sabar dan ikhlas????

Ya Allah,, apakah aku sudah Gagal untuk menerapkan rasa Sabar dan keiklasanku?
Help me...
Selalu aku berupaya tuk mengetahui jawaban itu. Tentunya, aku bangun disaat semua tengah lelap. Aku ingin berdua dengan Allah. Ku utarakan semua rasa yang berkecamuk di Hati. Aku ingiN sekali Allah merubahku agar aku memahami dan bisa menerapkan ilmu Ikhlas dan Sabar.

Rasanya untuk diriku dan dirinya, tak pernah ada waktu yang tepat. Karna itu memang tak ada alasan tuk kita bisa saling bertegor sapa dengan leluasa.
Yaah, aku hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi kelak.
Kadang fikiranku lelah. Namun, hatiku selalu ingin mencoba untuk tetap.

Aku tak ingin kata “MENYERAH” terbesit di dalam fikiranku.
KeSabaranlah Kuncinya.. yaah.. moga aku BISA...!!!!


Aku terus belajar dan berusaha keras untuk dapat menerapkan keikhlasan dengan  apapun yang terjadi di dalam diriku.
Yaa,, Ikhlas= berserah diri pada Allah SWT.

Aku akan SABAR menunggu,
dan semoga aku akan bisa IKHLAS dengan apa yang akan terjadi nantinya..
Semoga...
Tolong Bimbing aku Ya Allah...

dan adaikan bila bahagianya bersama cinta yang lain, biarlah akan ku relakan.. dan mungkin semua akan tetap aku pendam di dalam HATI saja..
Tuhan, Bila saat yang telah kau tentukan tiba,.. smoga aku mendapatkan yang lebih baik dari yang terbaik.. smoga hatiku bisa Lapang tuk semuanya..
Amiiin..


Minggu, 18 November 2012

Kesetiaan HACHIKO


pertama aku liat cover di film “HACHIKO” ini aku merasa, film apa sih ini.. aku menganggap aneh.. Tapi, aku salah. Aku bener-bener salah. Film ini BAGUS BAANGEEETTT... -_-
film yang dimainkan olen Richard Gere ini, mengisahkan persahabatan antara manusia dengan seekor Anjing. kisah ini merupakan kisah asli yang diambil dari kisah nyata berasal dari Tokyo, dimana kisah seseorang profesor bersahabat dengan piaraan anjingnya yang sangat setia. Nama anjingnya memang HACHIKO, hachiko ini merupakan seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Ōdate, Prefektur Akita.

Di dalam film HACHIKO ini, Richard gere berperan sebagai Profesor Parker Wilson. Saat tengah perjalanan pulang dari kerjanya, dia menemukan seekor anjing kecil di stasiun. dia yang mengetahui bahwa istrinya Cate Wilson pasti tidak mau jika harus mengurus seekor hewan peliharaan ( Hachiko ), akhirnya dia berusaha untuk memberikannya pada teman2nya tetapi sama seperti istri beliau, teman2nya tidak ingin mengurus hewan peliharaan itu. sampai pada suatu hari prof pergi ke rumah sahabatnya, profesor berfikir mungkin saja sahabatnya ini akan bersedia mengurus hachiko, namun sahabatnya justru menolak tawaran tersebut karena, hewan tersebut sudah memiliki majikan yakni Profesor sendiri. Nama Hachiko sendiri di ambil dari simbol kalung ( angka 8 ) yang terdapat di kalung anjing tersebut. angka 8 berarti Hachi, yang aku pernah baca artikel terkait tentang Hachiko ini merupakan keberuntungan bagi orang-orang Jepang.
Setelah itu Parker akhirnya mengambil keputusan bahwa dia harus mengurus anjing tersebut, namun istrinya tetap saja tidak ingin mengurus anjing tersebut, sampai-sampai istri Parker membuat poster untuk di pasangkan di berbagai tempat. Aku sempet sebel ma istrinya ini.. -,-
Pada suatu hari datanglah putri Prof. Parker Wilson yang bernama Andy Wilson, saat istri dan anak Prof Parker (andy) berbicang di dapur sambil menyiapkan makanan, tanpa sengaja Andy melihat ayahnya sedang melatih  Hachiko untuk mengambil bola namun tetap saja hachiko tidak bisa mengambil bola tersebut, karena Hachiko bukan merupakan tipe anjing yang bisa bermain bola, Parker teringat kata-kata sahabatnya yang mengataka bahwa "Hachiko tidak bisa bermain bola / tidak bisa mengambil bola kecuali jika ada alasan yang pasti", dengan senyuman Andy memberitahukan apa yang dilakukan oleh ayahnya itu kepada ibunya. Ibunya hanya mengatakan "Ayahmu mungkin Gila". Jujur aku sebel banget deh ma istrinya ntu..masak hanya karena memelihara anjing, udah dikatain gila.. uugh!
Andy melihat ayahnya yang lagi asik melatih Hachiko, dan Andypun ikutan tuk main bersama Hachiko. Dan ketika itu, istri Parker yang lagi di dlam rumah mengangkat telepon dari suatu keluarga yang memberitahukan bahwa mereka adalah pemilik Anjing tersebut. Tapi, mungkin karena melihat kebahagiaan putrinya dan suaminya itu, ahirnya Cate memberitahukan kepada penelepon tersebut bahwa anjing yang mereka maksud sudah ada yang mengambil. Batinku, naah gitu donk. Aku jadi g benci ma istri Parker.. hehe
Pada saat Parker hendak pergi untuk mengajar, namun hachiko mengikuti Parker sampai ke stasiun, Parker berusaha menyuruh agar Hachiko tidak mengikutinya, tapi tetap tetap saja Hachiko mengikutinya sehingga menyebabkan Parker Harus ketinggalan kereta. Parker mengantar hachiko kembali kerumah dan kembali ke stasiun. ketika Parker pulang dari tempat mengajar, Parker melihat Hachiko sudah menunggu di depan Stasiun, Parker dengan kagetnya bertanya kepada temannya "Apakah Hachiko dari tadi diam disini", temannya menjawab "dia baru datang 5 menit yang lallu", Parker bertanya lagi "Apakah dia datang dengan Cate" temannya menjawab "Aku tidak melihatnya". Prof Parkerpun kembali ke rumahnya dengan perasaan bingung, sekaligus senang.
Keadaan seperti itupun terus terjadi berulang-ulang setiap harinya, yakni Hachiko mengantarkan Prof ke stasiun dan pas waktu kembali Hachiko selalu menunggu Prof di stasiun setiap sebelum jam 5.
Namun suatu ketika, ntah kenapa Haciko tak ingin bila Parker pergi Bekerja. Hachiko terus menggonggong. Namun, Parker tak menghiraukannya. Parker tetap pergi ke Stasiun untuk bekerja. Hachikopun tetap menggonggong dan mengikuti Parker Sampai Stasiun. Namun Parker tetap tak menghiraukan Hachiko. Setiba di tempat bekerjanya, saat Parker sedang Asik mengajar, tiba-tiba mendadak dia terserang jantung dan akhirnya meninggal di kelas.
Di Stasiun, Hachiko yang menunggu kepulangan Parker, tak sekalipun melihat kedatangan majikannya itu. Namun, Hachiko tetap menunggu setiap harinya untuk kepulangan Parker, majikannya. Bertahun-tahun Hachiko menanti Kepulangan Paerker. Namun, tetaP saja hasilnya Nihil. Orang-orang disekitar yang melihatnya merasa terharu, dan memberinya makanan. Namun, Hachiko enggan tuk memakannya. Dan hingga pada akhirnya, Hachiko mati karena umurnya yang sudah tua dan kelaparan.

Huaa aku pengen nangis liat nih film.. walau berulang-ulang aku putar, tak ada sedikitpun rasa bosan. Yang ada, setiap ngeliat pasti nangis..
Aku jadi inget Anjing Piaraan Eyang Paklik kakungku yang mirip banget ma Hachiko. DINO Namanya. Saat itu aku masih di bangku SD. Mirip banget ma HACHIKO. Setiap aku bermain ke rumah eyangku, DINO selalu menyambutku. Aku sayang ma dia. Tapi setelah Aku SD klas 6, aku kaget bercampur rasa sebel. DINO meninggal, DINO diracun oleh tetangga baru Eyangku. Saat dikabarin kalo DINO meninggal, aku dan orang rumahku langsung beranjak pergi ke rumah eyangku. Ngeliat mayatnya, rasanya ngenes banget T,T. Matanya udah g melek. Saat Kakinya ku pegangpun udh nggak ada otot untuk nahan. Yaaa, lembek nggak bertenaga sama sekali. Berbeda saat aku bermain degan dia, setiap ku angkat kakinya, serasa berat dia menahan.. Ahirnya, DINOpun kami kubur di belakang rumah eyangku.
Semenjak dino meninggal, setiap aku ke rumah eyangku rasanya jadi sepi banget. Tak ada lagi gonggongan dino. Dan ibuku menyarankan tuk membeli anak anjing baru. Setelah itu, eyangku membeli 3 anak anjing. Lucu-lucu sih, tapi kenapa aku g suka banget ma mereka.. benar saja, yg ada anjing-anjing itu berbeda jauh dengan DINO. Mereka nakal-nakal. Dan eyangku memutuskan tuk menjual lagi tuh anjing. Dan hingga saat ini, kami enggan tuk membeli anjing lagi. Rasanya, sulit sekali mencari Anjing seerti Dino. Kami semua bener-bener ngerasa kehilangan DINO.
Good bye DINO... -,-

Minggu, 11 November 2012

panggil aku dengan namaku


Dia seorang anak remaja . Albert namanya. Nama yang bagus. Nggak Cuma orang-orang sekitarnya yang mengatakan bagus. Akupun mengakuinya.
            Namun orang-orang sekitarnya selalu memanggil dia dengan sebutan nama ‘KOKO’. Yaa,  hanya sebagai menghormatinya karena wajah dia memang seperti orang cina. Semua keluarganyapun juga membiasakan memanggil dia dengan sebutan ‘koko’ sejak saat dia kecil.
            ‘koko..koko..” sahabatnya memanggil dia.
            Albert hanya meringis dan tersenyum saja. Namun, dalam hati dia berontak. Albert sedikit sebal bila teman-temannya memanggil dia dengan sebutan ‘koko’, apalagi itu sahabatnya sendiri. Tapi anehnya, jika keluarganya yang memanggil dia ‘koko’, dia justru senang.
            Why...???.
            Aneh.
            Memang Aneh menurutku. Sebutan ‘koko’  kan hanya embel-embel saja. Dengan panggilan ‘Koko’,  juga lebih terlihat sopan untuk memanggilnya. Dari pada namanya saja yang diucapkan, itu rasanya seolah seperti ‘njambal/ nggak memiliki aturan’ tepatnya –ngelamak- itu kata orang jawa.

Yaaah,,setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang menurut dia indah tetapi menurut orang lain jelek. Dan juga, ada yang menurut orang lain indah, tapi menurut dia jelek.

Dan itu yang aku lihat dari Albert. Memang, sahabatnya menganggap panggilan ‘koko’ itu baik. Namun, jika Albert yang bersangkutan merasa nggak nyaman, ya mau diapakan lagi.
            Di sela-sela aku bertanya. mengapa dia sebel banget dipanggil ‘koko’ oleh sahabatnya? Apakah rasa sebal itu juga ada terhadap keluarganya yang bahkan telah memanggil dia ‘koko’ semenjak kecil??.
            Albert hanya menggelengkan kepalanya. Dia hanya sebal jika panggilan ‘koko’ itu terlontar dari sahabatnya. Setelah aku tau alasannya, rasanya aku ingin ketawa cekikikan. Tapi aku tahan.
            Gimana nggak lucu, alasannya simpel banget. Kalo teman-teman atau sahabatnya yang menggil ‘koko’, dia  ngerasa seolah dia paling tua sendiri. Tapi kalo keluarganya yang manggil ‘koko’, dia merasa dianak emaskan.
            Aku hanya bisa geleng-geleng kepala. :D
Aku turutin saja apa yang Albert mau. Yaa,, Hanya memanggilnya dengan sebutan Albert saja. Sejak saat itu, aku nggak berani lagi manggil dia dengan embel-embel ‘koko’ didepan namanya.
            Aku sih ok-ok saja kalo nggak manggil ‘koko’. Tapi, gimana ama temen-temen dan sahabatnya? Mereka kan nggak bakalan tau gimana rasanya hati Albert kalo mereka tetap saja memanggil Albert dengan embel-embel ‘koko’. Sedangkan Albert tak pernah berani untuk menegur sahabatnya. Dia takut, nanti para sahabatnya akan pergi jika dia menegur para sahabat-sahabatnya.. gemes juga deh ma Albert, dia hanya melampiaskan kekecewaan hatinya hanya pada tulisan-tulisan di dinding kamarnya

*sabaar ya dek Albert..*
Moga Aja sahabatmu secara  nggak sengaja, ngebaca Tulisanku ini. dan mereka bisa mengerti gimana rasanya hatimu.. :)
Kuharap, kedepannya sahabatmu nggak lagi manggil kamu dengan embelan ‘koko’ :)

Selasa, 06 November 2012

perbedaan bukanlah penghalang



“nggak ada manusia yang sama di dunia ini. Semuanya pasti berbeda-beda, dan memiliki kekhasan masing-masing dari mereka. Jadi wajarkah jika dalam pergaulan kita bertemu dengan orang-orang yang berbeda karakter, sifat, opini, dan tingkah laku”

            Kadang kita sering merasa nggak cocok dengan apa yang ada di sekeliling kita. Disitulah perbedaan-perbedaan diantara kita masing-masing muncul, dan justru hal tersebutlah yang menjadi penghalang bagi kita untuk dapat berinteraksi dengan sesama, karena banyak perbedaan, yang awalnya kecil malah di besar-besarkan, hingga menjadi konflik yang merenggangkan persahabatan.

Jangan menilai orang dari luarnya dong sob.. kadang, kita selalu melihat penampilan di awalnyanya  saja.
Tapi, susah juga sebagai anak remaja seperti kita mengikuti kata-taka tersebut. karena di dunia ini , penampilan masih menjadi patokan. Biasanya, semakin kinclong dan semakin bagus/ wah penampilan luar seseorang, mereka yang lainnya akan dengan langsung merespons karena tertarik atau bahkan suka. Padahal penampilan seseorang nggak mutlak mencerminkan kebaikan hatinya. Banyak fator penting selain penampilan yang lebih menentukan baik-nggaknya penampilan seseorang. Yaitu hati, ketulusan, sifat, dan moral.
Hai kawan,,, looks can deceive.. Jangan tertipu dengan bungkus luar seseoang, seekarang adalah jamannya menilai ‘bobot’ seseorang dari sikap dan perbuatannya.

ada juga Prasangka-prasangka buruk biasanya muncul dari kondisi hati yang curiga. Hello, plis ya ilangin Prasangka burukmu padaku ataupun pada yang lainnya.. :)
Ada seorang ulama yang bernama Imam Sufyan Ats-Tsauri, mengatakan bahwa prasangka itu ada dua jenis. Yaitu prasangka yang ditampakkan melalui ucapan atau tulisan dan prasangka yang hanya disimpan di dalam hati dan tak di ungkapkan. Walau bobot keduanga berbeda, namun sama saja buruknya karena kalo seseorang menyimpan prasangka buruk dalam hatinya, cepat atau lambat hal itu bisa berkembang melalui ucapan, tulisan, dan tindakan. Jadi, semua prasangka negatif, awalnya bermula dari dalam hati kita. Dan ini harus ‘dihindari’. Memiliki prasangka negatif nggak ada manfaatnya sob.. karena akan menghambat kita dalam mengenal dan akrab dengan orang lain.

Tau ngaak sob, terkadang kita cenderung berkelompok dengan sesama kita yang memiliki banyak kesamaan dengan kita. Nyadar nggak, kalo kita berteman hanya dengan itu-itu saja, tanpa memandang dan berteman baik dengan yang lainnya.
Semua itu pasti kita anggap normal ,bergaul atau berteman dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita, karena tentu kita merasa nyaman dan kita nggak ngerasa terintimidasi.
Sebenarnya itu adalah masalah, Yang ngebuat kita nggak mau berteman atau bergaul dengan orang yang berbeda atau malah menghaikimi seseorang hanya karena perbedaan. Memang sih, kita bebas memlih maubersikap positif ataupun negatif terhadap situasi orang-orang tertentu. Tapi nggak segitu-gitunya kali. Jangan sampai melihat yang agak lain dikit, kita udah men-Judge.
Sadar nggak, kalo sebenernya kita sering banget menghakimi orang lain karena hal-hal remeh? Kayak dari cara bicara seseorang yang aneh, cara seseorang bersikap yang menurut kita terlalu berlebihan, cara berpakaian seseorang yang so-Last-year (jadul). Nggak jarang juga kan, kita menilai seseorang berdasarkan Tampang, pupolaritasnya, kekayaan orang tua, dan status ke-gaul-annya. Padahal penilain-penilaian itu semua kita bisa salah 100%. Hanya karena seseorang yang pergaulannya nggak up to date dengan fasion ataupun hal-hal lainnya, belum tentu lho dia kuno & nggak asik. Dan belum tentu juga orang yang jago ngomong dan pintar mengolah kata-kata adalah orang yang pintar dan tulus. Seringkali, kita menilai seseorang Cuma berasal dari pengamatan yang sepintas atau sekilas saja, tanpa pernah mau ngomong atau mengenal orang itu terlebih dahulu. Padahal, tampilan luar seringkali bisa berbeda 180º lho, sama inside every person.
Kita nggak suka kan, kalo dihakimi ma orang lain? So,, plis jangan suka menghakimi orang lain juga ya... :)

Sob, jangan semaunya sendiri ya.. Tau kan sob, kita semua pasti dikaruniai akal untuk berfikir, dan pengalaman hidup yang berbeda-beda. Maka nggak mungkin opininya sama semua. Kita berhak untuk suka atau nggak suka dengan opini orang. Tapi kita nggak boleh ngotot yaa dengan opini kita karena mengemukakan pendapat juga ada ‘etikanya’. Kita tidak suka terhadap opini orang, bukan berarrti pilihan opini kita yang terbaik lho ya.. yang ada, hanya berbeda :).
Nah, setelah aku baca dari beberapa literatur biar perbedaan itu nggak ampe berujung ke sebuah masalah yang besar, ada trik-triknya nih.. 
  • Kalo kita beda pendapat ma orang lain, so tetaplah kita berargumen ‘n berdiskusi dengan kepala dingin ya..
  • Kita harus siap menerima umpan balik dan resiko dari apapun yang kita sampaikan. OK..?? kalo argumen kita direspons positif, itu bagus. Tapi kalo argumen kita malah diprotes, tetep ‘cool’ aja ya, ‘n jangan terpancing.
  • Sob, keluarin saja argumen-argumen yang pengen kamu keluarin. Tapi, dengan bahasa yang jelas n santun. Inget sob, jangan nyisipin kata-kata kasar yang bisa menyinggung ya.. :)
  • Kalo kita mengkritik orang lain, boleh-boleh aja si sob.. Tapi, jangan sampai salah kaprah n menghina/ mencela ya,. Coz, hinaan atau celaan yang kita lontarkan, sama aja kita menghakimi dianya. Dan malah beda dengan kritik yang tujuannya membangun.

***
menurut buku penuntun Pergaulan, Ada beberapa hal nih yang harus bisa kita buang jauh-jauh.. antaranya:
Memandang orang dengan sebelah mata. Kadang, penyakit yang seperti meremehkan inilah yang bikin kita nggak tertari atauun males yang namanya buat bergaul. Kita kalo bisa jgan seperti ini ya, atau punya kebiasaan seperti ini ya.. karena kita nanti malah di bilang ‘bagai katak dalam tempurung’ yang nggak mau mengakui kelebihan yang dipunya orang lain, dan nggak mau ngeliat kekurangan yang justru kita miliki sendiri.
keburu memvonis orang.  Aduuh, banyak orang berpikiran kalo menemukan orang yang bersalah maka mereka selalu harus dicela ataupun ditegur dengan keras. Jangan ya.. :) Ayolah... beri kesempatan kedua buat orang yang bersalah itu. Toh semua orang pasti nggak luput dari kesalahan kan.. termasuk kita juga.
mengingat kesalahannya. Kita sebagai manusia yang baik pliis jangan mengingat-ingat kesalahannya. apa salahnya kita mencoba memberi maaf terhadap kesalahan orang lain. Nggak usah memperkeruh keadaan dengan mengungkit-ngungkit kesalahan ataupun kekurangan yang dimiliki orang, apalagi didepan orang lain. Yang ada, nanti malah kita lho yang di cap jelek.
Membatasi pergaulan. Kita jangan ampe membatasi pergaulan hanya dengan orang-orang yang kita anggap se-Level atau sebanding dengan kita karena kita akan merasa ‘tinggi’, dan memvonis orang-orang tertentu lebih ‘rendah’. Coba kita renungkan sejenak, dan bertanya pada diri kita. Pernahkah kita bergaul dengan anak pembantu kita, ataupun anak yang menegan ke bawah? dan atau hanya kita bergaul dengan anak-anak orang kaya?. Duuh jangan ampe ya kita bersikap manis hanya keada orang-orang kaya, tetapi bersikap acuh dan judes pada orang-orang yang ‘nggak punya’, sehingga mereka merasa minder dan menjada jarak. By doing that, kita sudah menyinggung perasaan orang lain secara nggak sengaja kita udah ngebuat ‘Gap’ sosial dengan kesombongan kita.

satu lagi nih, yang harus kita terapkan dan praktekkan sehari-harinya, adalah dimana kita harus memiliki prinsip dasar dalam pergaulan, yakni bagaimana kita membangun komunikasi dengan orang lain. Untuk itu, kita harus memperhatikan sikap dan manner-kita.
Pepatah bilang, “tak kenal maka tak sayang”. Agar kita terhindar persepsi negatif tentang seseorang, maka kenalilah dahulu orang itu. Dan dari situ, kita pasti tau apakah persepsi kita pada awalnya terhadap orang itu benar atau salah. Setelah kita kenal, maka kita dapat menilai, memahami, dan memutuskan pantas nggaknya dia dijadikan teman, ataukah harus dijauhi..
‘Berfikir Positif”. ayolah, selalu berbaik sangkalah.. jangan harap deh.. kita bakal bisa selalu ceria kalo pikiran kita sendiri dipenuhi dengan prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain. Bisa-bisa kita malah akan selalu hidup dalam kecurigaan dan ketakutan.. :p
Kita jangan membatasi dii kita dengan siapapun ya, bergaullah dengan siapa saja. Karena dengan membatasi diri, itu berarti sama saja kita membatasi dan menutup diri dari ‘ILMU dan KESEMPATAN’. Siapa tau, kita malah akan bertemu dengan jodoh kita. Karena jodoh kita ada di sekitar kita lho, Hehehe.


Tunjukkan kepedulian kita pada orang lain.. dengarkan apa yang dia utarakan, jagan sok acuh ya sob. Misalnya bila ada seorang yang ingin curhat ataupun menyampaikan kegembiraannya. Usahakan seolah kita ntu tertarik banget ma cerita-certia yang dia utarakan. Beri pertanyaan-pertanyan bila dia sedang memberi jeda dalam pembicaraannya. Agar orang itu seneng, dan ngerasa ceritanya nggak sia-sia bila dia caritakan pada kita. Dan itu, pasti dia ngerasa akan lebih nyaman, dan nggak akan bosen menceritakan segala argumen yang ingin dia sampaikan. Dan pastinya kita menganggapi dengan seperti itu, bukan karna hanya biar dia nganggap kita baik lho ya. Pastikan itu semua tulus dari dalam hati kita :)

Yaaah,, dari semua itu, smoga kita bisa memiliki banyak teman, nggak ada lagi Gap ataupun perbedaan. Karna kita sebagai, Bangsa Indonesia Yang Berbineka Tunggal Ika “meski berbeda, tetapi tetap Satu”. Jangan Ada Lagi Permusuhan ataupun Kebencian yaa :)

Minggu, 04 November 2012

avalokitesvara bodhisattva

sedikit ajaran welas Asih yang membuatku tertarik. dalam tulisan-tulisannya mengandung makna yang mendalam, dan dapat di jadikan renungan. 
memang, ajaran welas Asih avalokitesvara bodhisattva ini bukan berasal dari agamaku. tetapi, aku hanya menyukainya saja.
ada sedikit kalimat-kalimat yang membuatku kagum. dan itu, dapat ku jadikan pedoman pedoman hidup.. :)

orang yang baik, walaupun rejeki belum tiba, tapi bencana telah menjauhinya.
orang yang jahat, walaupun bencana belum tiba, tetapi rejeki telah menjauhinya.
Berbuat kebajikan pasti mendapatkan kejayaan. bila sudah berbuat kebajikan, tetapi masih belum juga jaya, dikarenakan dirinya atau para leluhurnya masih mempunyai sisa karma. bisa karma sudah ditebus pasti mendapat kejayaan.
Berbuat kejahatan pasti akan mendapat malapetaka. kalau berbuat kejahatan tetapi tidak mendapat malapetaka, dikarenakan dirinya atau para leluhurnya sudah menumpuk pahala. bila pahala sudah habis akan mendapatkan malapetaka.

dari kalimat-kalimat itu, sebaiknya kita sebagai manusia janganlah berbuat segala macam kejahatan dan Berbuatlah kebajikan untuk sesama kita, agar kita selalu didekatkan pada kebahagian, ketenangan, dan Dijauhkan dari malapetaka..

Sabtu, 03 November 2012

indahnya kebersamaan

aku bahagia mempunyai sahabat-sahabat yang baik, pengertian, dan selalu ada satu sama lain.. mereka adalah sahabat- sahabatku SMA. kami berjumlah 7 orang. dan kami sepakat memberi nama pertemanan kami dengan sebutan DF. DF kami pilih, karena itu merupakan sebuah singkatan. DF (d' Family Gank). tentunya, bukan gank-gank yang nakututin kayak di tv-tv loh.. :p
hari-hari d SMA, kami lalui dengan kebahagiaan. kami selalu ber-7. sampai-sampai guru-guru hafal dengan kami.  diantara kami ber-7, hanya Alfinlah yang cow. tapi itu gak membuat kita membedakan atau membatasi pergaulan dengan cowok. karna Alfin sendiri, sedikit terbawa atau lebih dominan sering membahas apa yang dibahas oleh para cewek.. :p
tiba saat akan lulus, kami sedikit sedih. karena rencana studi kali merbeda-beda. aku diterima di Fakultas pertanian Universitas Jember. 3 sahabat-sahabatku diterima di universitas Jember juga namun dengan Fakulta yang berbeda-beda. walau 1 universitas, namun tak memprediksikan kita untuk dapat sering bertenu. Alvin yang paling kita sayang di komunitas kami, harus melanjutkan studynya di Brwijaya Malang.


aku sedikit penat, karena study yang akan aku jalani tidak sesuai dengan minat dan keinginanku. itu semua pilihan orang tuaku. lagi-lagi dalam ini aku tak dapat mengkreasikan apapun yang ingin aku utarakan. tapi, aku akan mencoba menjalani semua ini.

sebelum kami sibuk masing-masing dan takut tidak akan bertemu agak lami, kami berencana untuk bersenang-senang ke pantai..
yeaaahhh.... PAPUMA.... sebuah pantai yang ada di selatan kota jember. disana, kami bersenang-senang. dan sedikit menghilankan penat yang ada dalam diriku. sahabat-sahabatkupun mengerti akan apa yang aku rasakan. mereka hanya bisa mensuportku dan berusaha menghiburku. dengan itu, sedikit demi sedikit aku bisa menghilangkan sara penatku..

kalo inget dulu, aku pengen ketawa.. walau di sekolah, kita selalu g lupa untuk eksis. dikit-dikit foto, dan itu yang kadang bikin guru gemes ma kita-kita. :p 
lucunya, malah yang mau motoin kita-kita adalah salah satu Guru kimia, yaitu Bu Meli. Bu meli guru Idolaku.. :) 
waktu itu, bu meli g sengaja lewat, saat kita-kita sedang asik berfoto-foto. akhirnya, bu Meli malah minta untuk memoto kita, dengan syarat kita harus megang HP, seolah kita lagi promosi HP. hahaha, nggak tau itu hukuman atau apa, mungkin Hukuman karna kita suka berfoto-foto di sekolah..

LUPH IU my Frends... :* ^-^

perjuanganku, hasil terbaikku


Dari tulisan sebelumnya dalam “pelajaran yang berharga”, aku menceritakan bagaimana aku menjalani sebuah keadaan yang mungkin hanya segelintir anak yang merasakan keadaan sepertiku.
Flash back to my memory...
            Waktu itu, aku masih sedikit galau tentang keadaan yang ada. Namun, aku berusaha tuk tetap berjuang untuk menuntaskan masa SMA’ku dengan baik dan kuharap dapat nilai yang memuaskan. Ku kesampingkan masalahku-masalahku yang lain, dan aku lebih fokus tuk proses pembelajaranku. Mengingat UNAS kurang 3 bulan lagi.
            Saat itu, ibuku menyuruhku untuk mengikuti lembaga bibimbingan belajar (LBB), aku pun mengiyakan perintahnya. Dan lalu, ibuku mendaftarkanku pada salah satu Lembaga Bimbingan Belajar yang lumayan terkemuka di kotaku, yakni lembaga bimbingan belajar SSC. Di tempat itu, aku menemui banyak teman-teman baru. Dari pengalamanku sebelumnya, aku telah banyak belajar. Mungkin, aku tergolong anak yang pendiam, udah gitu pemalu pula. Terkadang, hal itu yang membuatku menjadi sedikit berjarak dengan teman sekitar. Namun, aku berusaha tuk bisa menjadi anak yang loyal. Alhasil, sedikit demi sedikit, aku bisa merubah sikap yang buruk bagiku.
            Selama belajar di SSC, banyak sekali ilmu yang bisa aku terima. Selain tempatnya yang nyaman, para tentornyapun ramah-ramah semua. Gak nyangka, salah satu tentor yang ada di SSC itu adalah Miss yang pernah mengajariku les privat bhasa inggris saat aku duduk di bangku kelas 2-5 SD. Miss Ririn Namanya. Dunia emang selebar daun kelor. Yaa,,, gimana gak selebar daun Kelor. Dlu saat aku kelas 5,Miss Ririn udah mo wisudah. Dan saat stelah wisudah, seolah kami kehilangan sosok Miss Ririn. Akhirnya, Guru Prifatku harus diganti, tetapi aku tak bisa menyatu dengan guru prifat baruku itu. Yaah, selain menimba ilmu d SSC aku juga bisa dikatakan temu kangen dengan Miss Ririn. :)
            Waaaw, waktu nunjukin udah jam 14.40. banku saat itu bocor. Alamat telat banget ini, mana 10 menit lagi kelas bimbingan udah dimulai. Saat itu, aku pengen nangis. Aku pengen teriak. Salahku juga mandi terlalu lama dan selalu mengulur-ngulur waktu. “sifat Negatifku Lainnya yang harus aku rubah juga”. Aku memang tak ingin menelfon atau merepotkan orng rumah. Karna aku ingin menjadi ank yang mandiri. Disamping itu rasa takut dimarain juga ada, pasti kalo aku telfon rumah, yang ada ibu malah memarahiku karna tak bisa mengatur waktu dengan baik. Akhirnya aku tinggalkan saja sepedaku di tukang tambal ban itu, untungnya jarak antara tukang tambal ban dengan LBB SSC, tidah terlalu jauh. Yah, jika jalan kaki membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Pas lah, meski ku akan telat-telat dikit. Aku pun berjalan “1000 langkah”. Sesampainya di SSC, aku sedikit lelah. Dan tak ku hiraukan lelahku itu. Aku langsung menuju kelasku. Pintu sudah ditutup. Bismillah, aku buka pintu dengan ekstra hati-hati. Saat ku membuka pintu, aku melihat sosok anak muda yang duduk di depan sendiri. Gak tau napa, saat itu jantungku berdebar bukan main. Dan anak itupun ngeliat juga ke arahku. Belum puas aku melihat anak itu, tiba-tiba tentor yang sedang asik menulis di papan tulis, langsung menggertak dan aku sontak kaget.tatapanku terhadap pemuda itupun seketika buyar. Ternyata tentor yang giliran mengajar yakni Miss Ririn, jadi aku sedikit agak tenang, karena aku bisa masuk tanpa sunkan untuk dimarahin. Hehee
            Aku memilih tempat duduk yang berada agak jauh di belakang. Karena memang tempat yang kosong hanya tinggal di bagian agak kebelakang. Miss ririn kembali mencatat di papan tulis, da aku mengeluarkan buku catatanku + bolpoint. Tapi, aku masih sedikit aneh dengan perasaanku waktu itu. Aku sekilas melihat kembai pemuda yang tadi. Dan dia juga menoleh ke arahku. Ah,, apa ini. Udah ah, aku kesini untuk belajar. Tak ada yang lainnya. Banyak anak baru yang hadir saat itu. Salah satunya pemuda itu. Pantas saja aku baru melihatnya hari ini. Tanpa tegor sapa ataupun kenalan, itu juga tak masuk daftarku. Aku menganggap ini tak penting. Ya, namun terkadang ada rasa kepikiran.
            Tak terasa UNAS udah kurang 2 minggu. Lembaga bimbingan memberi materi yang sangat dengan ekstra, dan percobaan soal-soal yang dirasa hampir setiap hari. Setelah kurang 1 minggu, Lembaga memberikan masa istirahat untuk kami belajar sendiri, menenangkan hati & fikitan, dan memantapkan agar kita benar-benar siap menghadapi UNAS.
            Dalam bidang ecsac, sebenarnya aku sedikit g faham. Tapi telat banget deh nyadarnya. Karena ini memang bukan pilihan. Orang tualah yang menyuruhku untuk memilih bidang ecsac. Saat menghadapi ujian, rasa deg-degan itu selalu ada. Tapi setiap kali ku awali dengan bacaan Bismillah, rasa gugup itu berangsuk-angsur berkurang, yang ada hanyalah keyakinanku saja. Kimia. Yah, pada hari itu, pelajaran kimia yang diujikan. Aku masih ingat, guru yang mengajarku adalah pak Slamet. Beliau adalah orang yang memiliki salah satu rumah makan, yakni RM Kalasan yang sangat digemari oleh masyarakat bertempat tinggal di sekitar jalan jawa, terutama para mahsiswa yang kostnya nggak jauh dari RM Kalasan. Harganyapun Terjangkau. Lho kok malah Promosi ini ceritanya... back to pelajaran Kimia lagi. Yah, waktu itu aku memang tak faham sama sekali tentang tingkatan atom lah, apalah, tapi sedikit demi sedikit aku terus belajar, dan dalam proses pengerjaan ujian, aku sedikit lumayan lancar.
            Waktu untuk ujian Unaspun selesai. Tinggal ku menunggu saja nilai yang akan keluar. Do’aku lebih semakin ku pertingkatkan lagi. Aku hanya takut pada nilai UNAS kimia itu. Dan tiba pengumuman penilaian, aku sontak KAGET.. whaat...??!!! nilai Kimiaku kumlot. 10,00. Berarti ga ada yang salah klo begitu. Aku masih ga nyangka dan habis pikir. Karna yang mendapatkan nilai kimia 10,00 di SMA’ku ada 3 anak. Dan salah satunya aku. woow..woow.. marbless... :)
            Pak Selametpun juga ga habis pikir, ternyata aku bisa mengerjakan soal-soal yang lumayan susah itu. Dari situ, aku mendapat pelajaran banyak sekali. Walaupun awalnya aku g bisa. Dan sama sekali gak bisa, namun kalo ada rasa keyakinan, aku mau terus berusaha, dan selalu meminta pertolongan Allah, maka yang ku tuai adalah rasa gak nyangka dan bahagia. :)
“kita sebagai manusia hanya cukup berusaha dan turus berusaha, dan dangan diimbangi do’a juga, maka apa yang kita inginkan, walau itu dirasa tak mungkin, namun keyakinan tetap ada, maka Allah akan memberi apa yang kita inginkan” :)
            Satu lagi yang membuatku juga seneng. Dengan adanya nilaiku yang bagus itu, setiap kali aku membeli makan entah itu bersama temanku/ keluargaku di Kalasan, jika saat yang menjaga kasir adalah pak selamet, selalu saja beliau mengatakan “lho ini anak yang g bisa kimia, tapi nilai UNASnya bisa kumlot”. Yaaah, pak slamet yang diingat dariku Cuma karna aku g bisa kimia, tapi nilai bisa kumlot. Huuft, malu sih kalo aku lagi beli makan ma temenku. Tp tak apalah, setidaknya dengan 1 peristiwa itu, pak slamet yang sifat pelupanya beliau lumayan tinggi, jadi g lupa ma aku.. hehee..


Terima kasih Kawan atas waktunya, 
smoga nggak bosan-bosannya kalian membuka dan membaca blog'ku :) 
kisah-kisahku selanjutnya, akan aku tulis lagi dalan Kertas Usangku lainnya

pelajaran yang berharga



            Awalnya, aku takut akan keputusan-keputusan yang ada. Aku berontak, ada rasa ingin menangis tapi tak dapat kukeluarkan air mata ini. Mengapa... mengapa.. Orang tua tak pernah memberi kebebasan akan apa yang aku inginkan. Aku udah dewasa, aku sudah bisa menentukan apapun yang akan aku lakukan, dan aku dapat mempertanggung jawabkan keputusanku.
            Berawal saat aku menduduki bangku SMA. Aku menginginkan bagaimana rasanya jatuh cinta dan dicintai. Waktu itu, temanku banyak. Mereka selalu mendorongku untuk selalu mencari pasangan. “ eh Pam,” Begitulam mereka memanggilku. “ayo.. kapan kamu kayak kita-kita.. malam minggu udah berdua, cari pacar donk!” aku hanya mengiyakan dan membalas dengan senyuman. Disitulah aku mikir, aku ya menginginkan keadaan seperti mereka. Mempunyai pasangan, yang bisa diajak kompromi saat lagi ada hal yang kurang mengenakkan di pikiran kita. Namun, rasanya semua itu terasa sulit bagiku. Karena pastilah faktor dari orang tuaku.
            Waktu itu, sebenernya udah ada beberapa anak cowok yang lagi PDKT ma aku. tapi aku menganggapnya hanya sebagai teman saja. Disaat yang sedang ingin aku mencoba, aku mulai sedikit membuka diri untuk mau menggubris diantara beberapa mereka. Saat itu, aku sudah tak lagi mendengarkan nasehat orang tuaku yang nggak ngebolein aku untuk berpacaran. Dalam hati, AKU HANYA INGIN MERASAKAN APA YANG TEMAN-TEMANKU MERASAKANNYA.
            Teringat kata-kata orang tuaku pada saat itu, seusai acara perjodohan antara tanteku dengan anak teman ayahku. Saat itu, salah satu anggota keluarga dari teman ayahku menanyakan tetang apakah aku telah memiliki seorang kekasih??, biasalaah orang tua selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan sperti itu disaat sedang berkumpul acara keluarga. Pertanyaan itu  membuatku agak gimana gitu.. aku hanya membalas dengan senyuman dan sedikit meringis. Sontak Ibuku langsung menjawab, menengahi pembicaraanku dengan tante itu. “Masih sekolah, g boleh mikirin hal ini dan itu dulu. Pam2 ini g saya bolehin tuk pacaran. Itu nanti sajalah, ursan kita sebagai orang tua Jeng”. Ucap Ibuku ke tante besan itu. Aku hanya melihat ke arah ibuku dan tante itu, hanya dengan sebuah senyuman. Dalam hati, ada rasa sebel. Padahal waktu itu aku lagi sedang PDKT dan ingin mencoba tuk berpacaran. Aku iri ma ayahku. Dulu, ayahku memang dijodohkan. Biasalah, di keluarga ayahku selalu menerapkan sistim itu. Tapi, buktinya, ayahku malah kecantol kan ma ibuku, gak lewat sistim-sistim perjodohan. Eh kenapa kok sekarang malah perjodohan itu harus diterapkan padaku nantinya..?? WHY... WHY... WHY...???!!!
            Ah, masa bodoh...
           Di sekolah, HP’ku bergetar menandakan ada SMS masuk. Ku baca pesan itu. Dan ternyata pesan itu dari ipoy. Ipoy adalah salah satu anak yang lagi PDKT ma aku. waktu itu, ada Ipoy dan ada Mz Putro yang lai deketin aku. Ipoy berbeda SMA dengan aku, aku d Smaja, dy d SMA 2. Anaknya baik, ga neko-neko, itu yang sedikit kukagumi sosok Ipoy. Maz Putro juga baik. Tapi sayangnya maz putro Umurnya 3 tahun lebih tua dari aku. Maz putro statusnya udah kuliah di Universitas jember, khususnya di Faperta, yang sekarang malah menjadi Tempatku menjalankan Study di Faperta, dan juga asistenku pula...
            Kembali pada pesan Sms dari ipoy. Dy menanyakanku apakah malam minggu nanti aku sibuk?. Aku sedikit bingung mo jawab apa. Karna selalu, malam minggu sampai malam senin, aku selalu menghabiskan waktu bersama kedua orang tuaku dan adikku. Kami selalu mangadakan acara hang out bareng, hal itu ditujukan agar aku dan adikku tidak terikut jaman yang katanya sekarang udah mulai edan. 
          Aku pun membalas “nggak sibuk”. Dalam fikiranku, biarlah untuk malam minggu ini aku akan meminta ijin keluar pada orang tuaku, dengan lasan, aku akan mencari buku bacaan. hehee
            Udah hampir 4 bulan lebih si ipoy PDKT. Tapi, akunya masih takut dan akupun ingin mengenal ipoy lebih dekat, bagai mana kelakuan anak itu. Dan selama ku lihat, dia baik dan g neko-neko, ibadahnya ya kuat, cakep pula. Itu yang bikin aku kagum banget. Ahirnya, malam minggu pun aku diskasih ijin ma ayahku tuk keluar, walau awalnya harus dengan kesabaran dan sedikit pemaksaan sih. Aku gak ngebolehin Ipoy menjemputku. Aku mengajak dia tuk janjian di Gramedia aja. Dan ipoypun mengiyakan, karna kita sama-sama berniat ingin mencari-cari buku.
            Malam itu, aku sedikit kaget. Ipoy menyatakan bahwa dia ingin jadi cowku. Tapi, aku mengatakan dulu lebih awal ma dia tentang orang tuaku yang nggak ngebolehin aku pacaran. Awalnya, Ipoy yang  menunjukkan mimik wajah sumeringah, berubah menjadi lemes. Dan akupun mengatakan, bahwa aku juga ingin berpacaran. Kami berdua, tak langsung memutuskan tentang status kami. Ipoypun memberi arahan tuk melakukan sholat Istikhoroh. Oh Tuhan,, betapa tambah terkagumnya aku sama anak ini.. karna masalah itu sedikit susah tuk dipecahkan dan hal itu membuat kami akan semakin jadi pusing, maka aku dan ipoy memutuskan untuk makan es krim aja. Waktu menunjukkan jam 20.20 wib. Setelah puas kami makan eskrim, akhirnya kami pulang. Ipoy memintaku untuk membuntutiku sampai rumah,katanya dy takut aku kenapa-kenapa. karena Jalan ke arah rumahku emang sepi. Sisi positif lain yang aku tangkap lagi dari Ipoy, Perhatian. :) 
            Aku meminta Ipoy menghentikan mengantarku hanya sampai depan Blok rumahku. Karna aku takut akan ketahuan orang tuaku, itu malah akan membuatku menjadi berabe. Sesampai dirumah, untung saja aku g telat pulangnya. Akupun langsung menuju kamarku. Dan smsan dengan Ipoy masih berlanjut, sambil bersenda gurau. Hingga pukul 21.30, kami menghentikan pecandaan kami, dan kami saling berpamitan untuk tidur. Tak lupa, Ipoy mangajakku untuk bangun malam dan akan membangunkanku.
            Malam pun lewat. Hari pertama setelah kami melaksanahan sholat istikhoroh, kami saling tak mendapatkan pencerahan. Hingga malam ke tiga, kami mendapatkan pencerahan. Dan kami memutuskan untuk menjalin hubungan pacaran. Ipoy sudah menerima akan keadaanku yang nggak boleh pacaran. Dia mau menjalani hubungan backstreet. Awalnya aku sangat takut. Tapi kami lalui dengan alakadarnya saja. Selama menjalin hubungan pacaran, Ipoy banyak mengajarkanku dan merubahku ke arah yang lebih baik lagi. Awalnya yang aku males banget untuk melaksanakan sholat malam, yang biasa ku lakukan masih bolong-bolong, setelah berpacaran dengan ipoy, Sholat malamku semakin giat dan sistem belajarkupun menjadi semakin lebih baik dan nilai-nilaiku semakin meningkat. Hubungan kami sudah berjalan beberapa bulan. Dan sebenernya aku sedikit lelah untuk hubungan backstreet terhadap orang tuaku. Aku berencana untuk mengenalkan Ipoy pada Orang tuaku. Aku berfikiran Gila,, menurutku. Entah apapun yang akan aku terima dari orang tuaku, aku berani menerima.
            Benar saja, aku mengatakan bahwa aku telah berpacaran selama beberapa bulan dengan Ipoy, dan awalnya Orang tuaku sangat-sangatlah marah. Namun, berbagai alasan aku utarakan, aku memiliki alibi yang kuat. Aku membenarkan akan perlakuan positifku yang semakin meningkat, itu berkat Ipoy. Dan orang tuaku sedikit demi sedikit meluluhkan hatinya, tak lupa aku selalu meminta pada Allah. Beberapa hari kemudian, malam minggu aku mulai berani untuk menyuruh Ipoy berkunjung ke Rumahku. Mulanya aku takut kalau Ipoy akan menjadi mundur karena orang Tuaku yang terkesan keras di mata teman-temanku. Tetapi, sisi keberanian Ipoylah yang semakin membuatku terkagum pada anak itu.
            Kami berduapun menghadapi orang tuaku. Kok malah aku yang gugup. Ipoy justru menampakkan sikap yang tenang. Aku takut akan ipoy malah dimarah-marahin ma ortuku. Tapi, bersyukurlah pertemuan dengan orang tuaku berjalan dengan baik. Meski Orang tuaku, masih sedikit tidak merestui hubungan kami. Waktu itu jujur aku pengen nangis. Aku merasa sudah mendapatkan pasangan yang pas. Baik, sopan, ibadahnya kuat, pengertian, cakep pula. Ipoy berbeda dengan Cowok-Cowok lainnya yang aku tau/ denger dari banyak bibir, cowok itu hanya ngambil butuhnya saja, dan kebanyakan teman-temanku sakit hati hanya karena cowok dan sempat ingin sampai bunuh diri. Namun aku bersyukur, Ipoy tidak seperti semua itu. Dia memperlakukanku selayaknya wanita yang ingin selalu dia lindungi dan tak ingin sedikitpun terluka ataupun rusak. Tapi aku berusaha untuk menjalani semua ini seperti air yang mengalir saja, atas Rido-nya.
            Hubungan kami masih baik-baik saja hingga kami berdua akan melaksanakan ujian UNAS. 5 bulan lagi UNAS akan berlangsung. Kami berdua saling berlomba untuk belajar dengan giat. Namun, entah kenapa hubungan kami justru semakin merenggang. Mungkin karena kami sama-sama sibuk untuk belajar. Tapi sikap Ipoy sudah mulai sedikit berubah. Justru aku medengar dari teman-temannya bahwa ipoy lagi di deketin ma anak tetangga rumahnya. Aku sedikit kaget. Dan aku menanyakan kebenaran dari berita itu. Namun Ipoy justru malah marah-marah. Sisi positif Ipoy menjadi berbalik 180º di dalam fikiranku. Aku sakit di bentak. Ortuku saja kalo marah nggak pernah bentak. Mereka hanya memberikan kultum dan dakwah.
            Waktu itu, aku hanya berfokus untuk belajar saja. Dan ortuku tak tau akan keadaan yang terjadi pada aku dan Ipoy. Tapi sedikit banyak mungkin mereka tau, dan sengaja membiarkanku untuk menyelesaikan persoalanku sendiri. Setiap malam, Ipoy sudah jarang untuk membangunkanku lagi. Kita jarang juga berhubungan lewat SMS. Akupun tak ingin mengambil pusing akan semua ini.
            UNASpun akan diadakan kurang 3 bulan lagi. Rasanya, selama 2 bulan yang terlewatkan, hanya terasa sepintas saja. Waktu serasa cepat berputar, masalahku dengan Ipoy bak seperti tak ada kabarnya lagi. Tak ada status di antara hubungan kita. Tak ada kata putus ataupun bertemu. Pada saat itu, HP'u berdering. saat ku lihat, ternyata Ibu Ipoylah yang menelfonku. beliau hanya menanyakan mengapa aku tak pernah main kerumah beliau lagi? Demi menjaga hati beliau, aku hanya beralasan bahwa sedang sibuk belajar untuk UNAS. Dan mungkin Beliau telah peka akan keadaan yang terjadi antara aku dengan Ipoy. Terahir aku lihat Ipoy, dia justru bergoncengan dengan cewek lain yang tak lain itu adalah tetangganya. Aku hanya tertawa saja dalam hati. Entah kenapa, tak ada sedikitpun rasa cemburu yang ada. Pada detik itu pula, aku mengirim pesan singkat pada Ipoy yang berisi: “Terima Kasih Telah mengajarkanku banyak Hal Kebaikan. Mungkin Tuhan mengirimkanmu padaku hanya Untuk membimbingku ke arah yang lebih baik Lagi. Jasa-Jasamu, tak akan pernah aku Lupakan :)”. Setelah Pesan Terkirim, Ipoy langsung menelfonku. Dan akupun tak ingin bertengkar dalam telfon. Ipoypun mengajakku untuk bertemu 4 mata. Pada saat itulah, kami menyelesaikan semuaya. Berbagai argumen dan alasan yang terlontar dari mulut Ipoy. Tapi, ntah kenapa perasaanku saat itu sudah hambar. Dan kamipun memutuskan untuk mengahiri hubungan kami.
            Dari semua keadaan yang aku alami, banyak memberi pelajaran bagiku. Mungkin benar kata orang-orang, “Apapun yang Orang Tua Katakan, Harus kita Turuti. Sebab Jika Tidak, ada Saja Hambatan Atau Cobaan-Nya yang Membuat Menjadi Hancur.” Mungkin Ipoy Bukanlah Jodohku. Walau hampir semua yang ada pada dirinya, adalah kriteriaku. 
semenjak kejadian itu, aku sadar akan selalu menuruti apa yang diinginkan orang tuaku nantinya. Namun, dengan adanya semua ini, tak sedikitpun membuatku menyesal. karena, banyak sisi positif yang bisa aku terima dan tumbuh untuk merubah sikap dan sifatku ke arah yang lebih baik lagi. 


terima kasih atas waktu yang kalian luangkan tuk mambaca Kertas Usangku..
lanjutan-lanjutan caritaku, akan aku Tulis dalam KERTAS USANGKU yang lain :)